Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Obat Parasetamol Langka, Prancis Larang Penjualan Online

📅 Kamis, 05 Jan 2023, 10:40 WIB | Oleh:
Obat Parasetamol Langka, Prancis Larang Penjualan Online Doc: AFP/JONATHAN NACKSTRANDin
Ket. Rak apotek dengan beberapa kotak obat pereda nyeri parasetamol dipajang.

PARIS - Pemerintah Prancis pada Rabu (4/1) melarang penjualan lewat internet semua obat penghilang rasa sakit berbasis parasetamol. Larangan ini berlaku efektif hingga akhir Januari.

Mengutip Rfi, Rabu (4/1), parasetamol, terutama dalam bentuk yang cocok untuk anak-anak, mengalami kelangkaan selama enam bulan terakhir, terutama karena larangan ekspor bahan baku yang dibutuhkan Tiongkok.

Selama beberapa bulan, Badan Keamanan Obat Nasional (ANSM) telah meminta apotek Prancis untuk menjatah jumlah parasetamol yang dijual kepada klien individu.

"Terlepas dari keberhasilan inisiatif itu," menurut pernyataan resmi yang mengumumkan larangan penjualan internet, "keputusan itu belum memungkinkan otoritas kesehatan untuk mengatasi kekurangan parasetamol."

Penjualan parasetamol secara online dilarang hingga akhir bulan ini.

Pada Desember, Menteri Kesehatan Francois Braun telah memperingatkan bahwa situasi pasokan tetap rumit, bahkan dengan pengawasan ketat atas penjualan parasetamol yang dijual bebas. Braun mengatakan situasi ini tidak mungkin diselesaikan "selama beberapa minggu".

Tiongkok yang baru-baru ini mencabut penguncian Covid yang ketat dan mengakhiri kebijakan nol-Covid, kini menghadapi jutaan pasien yang menuntut obat penghilang rasa sakit parasetamol untuk mengobati gejala Covid.

Beijing kemudian melarang ekspor parasetamol, secara efektif memotong pasokan bahan aktif obat penghilang rasa sakit ke produsen farmasi di seluruh dunia.

Masalah pasokan serupa yang melibatkan grosir obat Tiongkok telah menyebabkan kekurangan obat lainnya, terutama antibiotik amoksisilin.

Insulin yang digunakan dalam pengobatan diabetes, juga terbatas.

Penjualan global parasetamol telah meningkat 13 persen sejak awal pandemi Covid.

Dampak Negatif Pandemi Covid

Produksi amoksisilin lokal dibiarkan melambat secara dramatis selama krisis Covid karena permintaan rendah untuk obat yang biasanya digunakan untuk mengobati infeksi yang kurang lazim selama lonjakan virus corona.

Lini produksi pabrik harus segera diaktifkan kembali dalam menghadapi ancaman flu tiga kali lipat musim dingin ini, Covid, dan bronkiolitis infeksi pernapasan kanak-kanak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.