Museum Louvre Dibuka Kembali Setelah Pencurian Perhiasan Mewah
📅 Rabu, 22 Okt 2025, 19:30 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Anadolu Agency
JAKARTA – Museum Louvre di Paris dibuka kembali untuk publik pada Rabu pagi, tiga hari setelah pencurian terang-terangan terhadap koleksi perhiasan kerajaannya. Pelaku diduga dari jaringan kejahatan terorganisir dan menggunakan tangga yang dipasang pada truk untuk mengakses museum.
Delapan buah perhiasan tak ternilai, termasuk sebuah kalung zamrud-berlian yang diberikan oleh Napoleon I untuk Ratu Marie-Louise serta sebuah diadem milik Ratu Eugénie dengan hampir 2 000 berlian, dilaporkan hilang.
Sejak dibuka kembali, galeri Apollo yang menjadi tempat pencurian berlangsung masih ditutup sementara guna keperluan investigasi forensik dan pengumpulan bukti.
Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyatakan bahwa lebih dari 100 investigator kini dilibatkan dalam penyidikan kasus ini dan ia menyatakan keyakinannya bahwa para pelaku akan tertangkap.
Pencurian ini memicu kembali perdebatan seputar keamanan museum-museum di Prancis karena kejadian ini terjadi hanya beberapa minggu setelah dua institusi lain dilaporkan mengalami pembobolan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak museum menyebut bahwa kotak display yang dipasang pada tahun 2019 merupakan “peningkatan besar dalam hal keamanan”, namun para kritikus menilai bahwa langkah tersebut masih belum cukup untuk mencegah aksi pencurian berskala besar.
Direktur Louvre, Laurence des Cars, yang menjabat sejak 2021 menjadi wanita pertama yang memimpin institusi tersebut, belum memberikan komentar publik sejak pencurian. Ia dijadwalkan untuk hadir di hadapan komite kebudayaan Senat Prancis guna menjelaskan langkah-langkah keamanan museum.
Seorang pengunjung asal Prancis selatan bernama Fanny menyatakan rasa lega saat museum dibuka ulang: “Kami benar-benar berharap museum akan dibuka. Kami sudah memesan untuk hari ini, dan kami tidak akan punya kesempatan lain,” ujarnya bersama putrinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tahun lalu, Louvre mencatat kunjungan sebanyak sembilan juta orang, menjadikannya museum terpopuler di dunia. Kini pencurian ini mencoreng reputasi tersebut dan menambah tekanan bagi pengelolaan keamanan institusi.
Pihak penyidik menggambarkan kehilangan yang terjadi sebagai tanpa banding dalam hal nilai uang dan dalam hal pukulan terhadap warisan budaya Prancis.
Dengan tersangkanya yang diduga terkait jaringan kriminal terorganisir dan penggunaan metode yang sangat berani, yakni menggunakan truk dan tangga. Kasus ini menjadi salah satu pencurian seni paling dramatis dalam sejarah museum-museum besar di Eropa.
Kejadian ini diperkirakan akan memaksa Louvre dan museum lainnya di seluruh dunia untuk mengevaluasi ulang protokol keamanan mereka secara menyeluruh. Para ahli keamanan museum menyoroti bahwa penggabungan teknologi, pengawasan fisik, dan manajemen risiko kini menjadi keharusan untuk melindungi koleksi-koleksi bersejarah.
Pada saat yang sama, otoritas Prancis tidak hanya berfokus pada identifikasi dan penangkapan pelaku, tetapi juga pemulihan artefak yang dicuri dan upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi kebudayaan nasional. Pengakuan bahwa metode pencurian yang digunakan bersifat sangat terencana memunculkan ancaman bahwa kelompok kejahatan terorganisir semakin lihai dalam menyerang aset budaya.
Pencurian tersebut menarik perhatian internasional dan memicu media serta publik untuk mempertanyakan bagaimana institusi sebesar Louvre bisa "tertipu" dengan metode yang tampaknya sederhana namun efektif tersebut. Menjawab kritik tersebut kini menjadi tantangan besar bagi pengelola museum dan pemerintah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!