Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski Wabah Ternyata Kaum Perempuan Tetap Jaga Penampilan, Ini Trend Produk Kecantikan 2022

📅 Sabtu, 14 Agu 2021, 20:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski Wabah Ternyata Kaum Perempuan Tetap Jaga Penampilan, Ini Trend Produk Kecantikan 2022 Doc: Antara/Pixabay
Ket. ilustrasi produk untuk perawatan kecantikan.

Jakarta - Tren perawatan kulit terus berkembang dan semakin digandrungi terutama selama pandemi. Masalah kulit yang terjadi akibat pandemi, dari kulit yang mendadak super berminyak, super kering hingga maskne, menjadi masalah baru bagi kondisi kesehatan kulit pada saat pandemi.

Dari sejak itu, munculah berbagai jenis tren perawatan kulit. Dan dari semua tren yang bermunculan, penggunaan bahan-bahan alami mencuri banyak perhatian para pecinta produk perawatan kulit.

Dilansir dari laman WWD pada Sabtu, data-data dan laporan dari produsen kecantikan terbaru menunjukkan adanya pengalihan pola pembelian konsumen ke bahan-bahan alami yang bisa saja menjadi proyeksi tren produk kecantikan pada tahun 2022.

Menurut penelitian terbaru dari Trendalytics, bahan utama untuk tahun 2022 sebagian besar condong ke produk dari alam.

"Kami terus melihat kaburnya batas antara industri: makanan dan kesehatan, kesehatan dan perawatan kulit," kata Sarah Barnes, manajer pemasaran konten di Trendalytics.

Menurut Barnes, sejumlah jenama dari bidang-bidang itu seperti memiliki bias cabang. Seperti produk perawatan kulit namun merangkap produk kesehatan.

"Produk-produk ini bercabang untuk menciptakan lebih banyak pendekatan gaya hidup," tambah Barnes.

Beberapa bahan utama seperti probiotik, bakuchiol dan CBD bukanlah hal baru sebagai bahan utama produk perawatan kulit. Tetapi dalam daftar tersebut bahan-bahan yang berada di posisi atas seperti klorofil menjadi populer, didorong oleh tren di aplikasi TikTok.

"Ide tentang 'beauty hack' memang sangat populer di TikTok, orang-orang mengatakan semprotan garam laut adalah obat ajaib untuk jerawat, dan klorofil adalah bahan ampuh untuk kulit bermasalah," kata Barnes.

Pada 2020 data dari Trendalytics menunjukkan adanya ledakan tren produk-produk seperti vitamin C, vitamin A, elderberry, dan bahan alami lainnya yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan memperkuat lapisan kulit.

Berikut ini adalah 10 bahan yang menduduki 10 peringkat teratas berdasarkan data Trendalytics, yang diprediksi akan menjadi ledakan trend di 2022.

1. Klorofil
2. Postbiotik
3. Pyrrolidone Carboxylic Acid
4. Bakuchiol
5. Ceri Musim Dingin
6. Abu Vulkanik
7. Makgeolli
8. Tulip
9. CBD
10. Probiotik

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Daerah
Wisata Gunung Bromo Kembali...
Daerah
Borobudur Indonesia Expo 20...
Megapolitan
Terdampak Puso, Pemkab Tang...
Daerah
Tekan Harga, Bulog Malang S...
Advertisement
Menhub Bebas Tugaskan Dirjen Perhubungan Laut

Menhub Bebas Tugaskan Dirjen Perhubungan Laut

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.