Tekan Inflasi Pangan, Pemerintah Kota Pontianak Siapkan Operasi Pasar
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 16:46 WIB | Oleh: Tim PenulisPONTIANAK – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menyiapkan operasi pasar untuk mengendalikan harga pangan setelah inflasi daerah itu mencapai 2,78 persen dampak kemarau panjang pada 2026.
"Kita dapat informasi adanya kenaikan cabai, nanti kita lakukan operasi pasar," kata Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, di Pontianak, Jumat (18/9).
Ia mengatakan cabai menjadi salah satu komoditas pangan yang perlu mendapat perhatian karena kenaikan harganya dapat memberikan tekanan terhadap inflasi dan daya beli masyarakat.
"Artinya sudah berada di ambang batas. Jadi kita akan kendalikan lagi," kata dia.
Ia menjelaskan operasi pasar dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak kenaikan harga pangan.
"Kita mau memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan," katanya.
Harga cabai rawit di Pontianak sebelumnya sempat mencapai Rp190 ribu per kilogram dari harga normal sekitar Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram akibat kemarau panjang yang menyebabkan petani lokal mengalami gagal panen.
Namun harga tersebut kini turun menjadi sekitar Rp130 ribu per kilogram setelah pasokan cabai dari Pulau Jawa mulai masuk.
Pemkot Pontianak juga memperkuat pengendalian melalui pemantauan harga sejumlah kebutuhan pokok dan pelaksanaan operasi pasar secara berkala guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga pangan di tengah kondisi cuaca yang masih mempengaruhi produksi komoditas pertanian.
Berdasarkan pemantauan harga di sejumlah pasar Kota Pontianak meliputi Pasar Puring, Flamboyan, Kemuning, Teratai, dan Dahlia per Kamis, 18 September 2026 menunjukkan pergerakan harga yang beragam. Sebagian besar sayuran dan bumbu dapur mengalami penurunan harga, sementara beberapa komoditas pangan pokok dan daging relatif stabil atau sedikit naik.
Pada kelompok beras, harga rata-rata beras medium berada di Rp14.234 per kilogram, turun dibandingkan batas atas Rp14.667 dan mendekati batas bawah Rp14.000. Beras CK dijual Rp18.300/kg, turun dari kisaran Rp18.500–Rp18.000. Beras Bulog SPHP tercatat Rp12.800 per kg, berada di bawah rata-rata Rp13.000 dan mendekati batas bawah Rp12.600.
Sementara itu, Beras Khusus/Merah Rp20.917 per kg serta Beras Cap Mangkok Rp18.375 per kg juga sama-sama turun dari harga tertinggi masing-masing Rp22.000 dan Rp18.500 per kilogram.
Sayuran hijau umumnya lebih murah dibandingkan periode sebelumnya. Bayam kini Rp26.000 per kg, turun dari kisaran Rp30.000–Rp20.000. Tomat Rp16.334 per kg, turun signifikan dari Rp24.000. Ketimun Rp24.134 per kg, turun dari Rp30.000. Sawi hijau Rp31.933 per kg dan kangkung Rp21.067 per kg justru naik dibandingkan batas bawah, namun masih di bawah harga tertinggi.
Kenaikan harga paling terasa terjadi pada cabai, meskipun dibandingkan puncaknya sudah turun. Cabai merah keriting Rp117.067 per kg, cabai merah besar Rp89.067 per kg, cabai rawit merah Rp131.734 per kg, dan cabai rawit hijau Rp85.000 per kg , semuanya turun dari harga tertinggi yang sempat menembus Rp143.000 ke atas. Bawang merah Rp35.334 per kg juga turun dari Rp40.000.
Kedelai impor tercatat Rp14.267 per kg, turun dari Rp15.000. Gula pasir curah Rp14.267 per kg, turun dari Rp15.000. Minyak goreng curah Rp20.427 per kg, turun dari Rp23.000, begitu pula minyak goreng kemasan dan Minyak Kita yang sama-sama turun dari harga tertingginya.
Di sektor daging dan telur, harga cenderung stabil dengan sedikit penurunan. Daging ayam ras Rp28.534 per kg, turun dari Rp31.667. Telur ayam ras Rp28.200 per kg, berada di kisaran stabil. Daging sapi paha Rp162.334 per kg, daging sapi tetelan Rp107.084 per kg, dan daging kerbau beku Rp114.167 per kg rata-rata turun dari batas atas. Ikan bandeng Rp27.200 per kg juga turun dari Rp30.000.
Secara keseluruhan, harga pangan di pasar Kota Pontianak pada awal pekan ini cenderung melunak, terutama pada bumbu dapur dan bahan pokok, meskipun harga cabai masih berada di tingkat yang relatif tinggi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!