Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Terdampak Puso, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Benih Untuk Petani

📅 Jumat, 18 Sep 2026, 16:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Terdampak Puso, Pemkab Tangerang Siapkan Bantuan Benih Untuk Petani Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Tanaman padi milik petani di daerah Kabupaten Tangerang, Banten, yang siap untuk dipanen.

KABUPATEN TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, Banten melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat menyiapkan bantuan benih padi bagi petani yang mengalami gagal panen atau puso akibat dampak kemarau di daerahnya tersebut.

Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, di Tangerang, Jumat (18/9), mengatakan bahwa untuk ketersediaan benih bantuan yang ada saat ini diproyeksikan mampu mencakup lahan seluas 240 hektare dengan total pasokan mencapai lima hingga enam ton benih.

"Saat ini yang baru tersedia di DPKP Kabupaten Tangerang untuk area seluas 240 hektare, kekurangannya kita akan koordinasi dengan Provinsi dan Kementerian," katanya.

Ia mengatakan bantuan ini disesuaikan dengan jumlah luas lahan yang terdampak. Sedangkan sisanya untuk memenuhi kebutuhan benih ini tengah dikoordinasikan secara intensif dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian guna mencukupi kebutuhan bantuan benih di lapangan.

Mengingat potensi luas lahan puso yang mungkin melebihi ketersediaan stok saat ini, DPKP Kabupaten Tangerang memastikan penyaluran susulan akan segera diupayakan melalui sinergi lintas pemerintahan, baik tingkat provinsi maupun pusat.

"Langkah cepat ini diharapkan dapat meringankan beban petani sekaligus mempercepat pemulihan produktivitas pertanian di Kabupaten Tangerang," kata dia.

Berdasarkan catatan DPKP, sedikitnya sekitar 311,75 hektare lahan pertanian sawah di Kabupaten Tangerang terancam mengalami gagal panen atau puso akibat dampak kemarau panjang 2026.

"Berdasarkan data per tanggal 9 September 2026 diperkirakan terdampak puso sebanyak 311,75 hektare," paparnya.

Dari luas lahan pertanian yang terancam mengalami gagal panen saat ini berpotensi meluas dan bertambah seiring musim kemarau masih berlangsung.

‎Ujang menambahkan, luas lahan pertanian sawah yang mengalami gagal panen tersebut tersebar di 17 wilayah Kecamatan di Kabupaten Tangerang, Banten antara lain meliputi, Kecamatan Cisoka, Tigaraksa, Gunung Kaler, Kronjo, Solear, Panongan, Teluknaga, Mekar Baru, Jambe, Pakuhaji, Sindang Jaya, Rajeg, Sukadiri, Kemiri, Mauk, Sukamulya dan Kresek.

‎"Tersebar di 17 Kecamatan dan 27 Desa terdata sebagai wilayah yang terdampak," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Luar Negeri
PM Malaysia Desak Reintegra...
Advertisement
Bandel Banget! Tanam Ganja Pakai Pot di Tasikmalaya, 2 Pemuda Dicokok Polisi

Bandel Banget! Tanam Ganja Pakai Pot di Tasikmalaya, 2 Pemuda Dicokok Polisi

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.