Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Memahami Posisi Indonesia di Tengah Perubahan Global

📅 Senin, 29 Jan 2018, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Memahami Posisi Indonesia di Tengah Perubahan Global

Judul : Indonesia, ASEAN, & Ketidakpastian Hubungan Internasional

Penulis : Beginda Pakpahan

Penerbit : Kompas

Cetakan : I, 2018

Tebal : xxxii + 208 halaman

ISBN : 978-602-412-348-2

Hubungan antarnegara sering ditandai ketidakpastian karena satu dengan lainnya terus bertransformasi untuk mencapai kepentingan nasionalnya yang merupakan esensi politik luar negeri. Perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat, meningkatnya terorisme global, migrasi dunia, ketegangan semenanjung Korea, kasus Timur Tengah, krisis keuangan Yunani, dan lainnya merupakan isu krusial para kepala negara. Ini salah satu bentuk ketidakpastian dunia yang berdampak langsung terhadap ASEAN dan Indonesia.

Secara garis besar, buku yang merupakan kumpulan artikel dari penulis sebagai analis politik dan ekonomi global dari Universitas Indonesia ini memotret berbagai isu dan memetakannya dalam tiga bagian. Pertama, Indonesia dan Hubungan Internasional. Kedua, ASEAN dan Hubungan Internasional. Ketiga, tentang Regionalisme, Inter-regionalisme dan Ketidakpastian Hubungan Internasional.

Melihat dinamika geopolitik di Asia Tenggara, Indonesia memainkan peran sebagai titik tengah dalam mencari solusi atas sengketa di Laut Tiongkok Selatan, sedangkan dalam geoekonomi, Indonesia perlu meningkatkan kapasitas di berbagai sektor ekonomi yang unggul sambil memperbaiki sektor-sektor yang lemah (hlm 4).

Sebagai arsitektur regional Asia, ASEAN perlu menjadi stabilisator kawasan yang netral dan independen dengan mengedepankan kepentingan negara-negara Asia Tenggara dalam berhubungan dengan mitra eksternalnya. Dalam lingkup ASEAN, ada beberapa tantangan yang perlu diantisipasi seperti krisis semenanjung Korea dan peningkatan terorisme.

Krisis Semenanjung Korea memiliki implikasi bagi Asia Pasifik dan dunia, di antaranya menciptakan perlombaan senjata antara negara di Asia Timur dan Tenggara. Kemudian, meningkatnya persaingan antar-aliansi pertahanan dari negara-negara besar dan menjadi tantangan bagi ASEAN (hlm 129-131). Pendekatan diplomasi melalui forum kerja sama bilateral dan regional serta multilateral masih perlu diupayakan dan dikedepankan Korea Utara, Amerika Serikat, dan Tiongkok.

Grup Maute dan ISIS menjadi ancaman nyata terorisme bagi ASEAN dan para mitranya. Untuk itu, kerja sama pemberantasan terorisme perlu diperkuat. Misalnya, dengan pertukaran informasi intelijen, keamanan maritim dengan patroli bersama antarnegara-negara ASEAN di Laut Sulu. Kemudian, penguatan koordinasi badan-badan pemberantasan terorisme dari seluruh negara ASEAN (hlm 126).

Di bagian akhir buku ini diulas mengenai kebijakan luar Negeri AS di era Presiden Donald Trump yang berfokus pada perjuangan pembangunan dalam negeri sebagai prioritas nasional. Penulis berargumen dalam buku ini bahwa pada saat krisis politik dan ekonomi regional dan global di suatu negara, nasionalisme akan meningkat (hlm180). Buku Indonesia, ASEAN, & Ketidakpastian Hubungan Internasional bisa membantu memahami gambaran komprehensif tentang politik luar negeri Indonesia. Juga kiprah, peran, serta cara Indonesia menyikapi perkembangan dunia.

Diresensi M Isnain Abd Malik Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Jayabaya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Posyandu Banjar Perluas Lay...
Advertisement
Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

Kapal Induk Garibaldi Berganti Nama Jadi KRI Sriwijaya, Sebelumnya KRI Gajah Mada

18 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.