Kepeloporan Perempuan Dorong Inovasi Sektor Industri Minuman Anggur di Tiongkok
📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 02:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/GREG BAKER
Sebagai pembuat minuman anggur perempuan yang pertama kali memperkenalkan produk hasil panen Tiongkok ke peta global, Zhang Jing dari kilang anggur Helan Qingxue merupakan seorang pelopor, namun hal itu bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan.
Dari kebun anggur yang berdebu di pedalaman Tiongkok hingga bar-bar metropolitan yang mewah, kaum perempuan berada di garis depan dunia industri minuman anggur yang semakin semarak di negara tersebut hingga memacu inovasi di setiap tahap proses produksi dan konsumsinya.
Helan Qingxue menggemparkan industri minuman anggur pada tahun 2011 ketika memproduksi minuman anggur Tiongkok pertama yang memenangkan penghargaan tertinggi di kompetisi paling bergengsi di industri tersebut, bahkan sempat memicu klaim penipuan yang tidak berdasar.
Lebih dari satu dekade kemudian, Zhang adalah salah satu dari banyak kaum perempuan Tiongkok yang dikenal secara internasional karena botol-botol minuman anggur kelas dunia mereka, seiring terus berkembangnya sektor yang masih baru ini.
"Industri anggur di sini sangat didominasi oleh kaum perempuan," kata pakar minuman anggur Tiongkok bernama Fongyee Walker kepadaAFP. "Memang belum ada statistik resmi yang dibuat, namun jika saya pikirkan banyak kilang anggur paling terkenal di Tiongkok, semuanya dikelola oleh perempuan," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal itu berlaku di daerah asal Zhang, Ningxia utara, tempat puluhan ribu hektare tanaman anggur telah ditanam di tanah terakota di bawah Pegunungan Helan selama beberapa dekade terakhir.
Selain Helan Qingxue, banyak produsen yang paling terkenal lainnya seperti Silver Heights, Kanaan Winery, dan Jade Vineyard, semua dipimpin oleh perempuan.
"Kini semakin banyak pembuat anggur perempuan yang hebat (di seluruh dunia)," kata Zhang saat ia menunjukkan ruang bawah tanah kilang anggurnya yang sejuk dan redup. "Namun di Ningxia, hal ini sangat menarik karena mulai dari pemilik dan pembuat anggur perempuan, staf pemasaran perempuan, dan resepsionis perempuan mungkin berjumlah lebih dari 60 persen (dari angkatan kerja), jadi proporsi ini cukup besar," ungkap Zhang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Usia industri anggur Tiongkok yang relatif masih muda telah membantu kaum perempuan mendapatkan pijakan hidup, dibandingkan dengan negara-negara penghasil anggur yang lebih mapan. "Di Barat, sektor ini sangat didominasi oleh laki-laki karena ini merupakan industri tradisional," kata Walker. "Bagi Tiongkok, anggur bukanlah industri tradisional. Ini adalah bidang yang sangat aman untuk membuka perusahaan jika Anda seorang perempuan," imbuh dia.
Di Ningxia, dukungan negara yang antusias terhadap sektor ini berarti banyaknya peluang bagi siapapun yang berminat.
Kekuatan "Yin"
Emma Gao dari kilang Silver Heights adalah salah satu perempuan Tiongkok pertama yang memperoleh gelar di bidangoenologi(studi tentang teknik membuat dan mengawetkan anggur). Saat ini, minuman anggur buatannya disajikan oleh Presiden Xi Jinping kepada para pemimpin Eropa dalam jamuan makan malam kenegaraan.
Sebelum memulai bisnisnya, Gao pernah dikirim ke daerah anggur Bordeaux di Prancis oleh ayahnya. Saat ini Silver Heights merupakan kebun anggur bersertifikat biodinamis pertama di Tiongkok karena menggunakan teknik alami seperti pupuk yang terbuat dari kotoran ternak sapi.
"Saya pikir Tiongkok sangat toleran terhadap perempuan dan kita bahkan melihat sedikityin(kekuatan feminin) berkembang danyang(kekuatan maskulin) menurun," ucap Gao sambil tertawa. "Tiongkok merupakan daerah produksi yang relatif baru yang artinya arahnya belum ditentukan, jadi kita dapat mencoba berbagai metode penanaman, metode pengolahan dan fermentasi dalam wadah yang berbeda," tutur dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!