Kenali Brain Bypass Surgery untuk Stroke & Gangguan Pembuluh Otak
📅 Senin, 24 Mar 2025, 22:22 WIB | Oleh: Opik
Doc: (Pexels)
JAKARTA - Brain Bypass Surgery STA-MCA (Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery) merupakan salah satu prosedur medis yang menjadi harapan baru untuk kesembuhan pasien stroke maupun masalah pembuluh darah otak.
Dokter spesialis bedah saraf RS Siloam Lippo Village, Prof Dr dr Julius July, Sp.BS, M.Kes menjelaskan bahwa operasi Brain Bypass Surgery STA-MCA dapat menjadi solusi bagi pasien dengan risiko stroke tinggi.
“Operasi bypass STA-MCA ini merupakan solusi bagi pasien yang mengalami penyumbatan atau gangguan aliran darah ke otak, di mana metode lain tidak lagi efektif," kata Prof Julius July dalam siaran pers pada Senin (23/3).
Ia memaparkan, STA (Superficial Temporal Artery) adalah arteri yang terletak di luar tengkorak, di sisi kepala, yang berfungsi memasok darah ke jaringan kulit kepala dan bagian luar tengkorak.
Sedangkan MCA (Middle Cerebral Artery) adalah salah satu arteri utama di otak yang bertanggung jawab mengalirkan darah ke sebagian besar area otak besar, termasuk lobus frontal, temporal, dan parietal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Brain Bypass Surgery, khususnya prosedur Superficial Temporal Artery to Middle Cerebral Artery bypass, adalah teknik bedah saraf yang bertujuan untuk mengalirkan darah ke otak dengan menghubungkan arteri superfisial ke arteri serebral tengah.
Beberapa kondisi yang menjadi indikasi untuk operasi tersebut meliputi stroke iskemik berulang dan aneurisma kompleks yang tidak dapat diatasi dengan metode konvensional. Adapun keunggulan prosedur ini adalah dapat meningkatkan suplai darah ke otak secara signifikan dan mencegah risiko stroke berulang.
Kriteria pasien
Sebaiknya Anda baca juga:
Operasi ini dapat dilakukan pada pasien dewasa dan anak-anak dengan kondisi penyempitan pembuluh darah lainnya. Kendati demikian, tidak semua pasien dapat menjalani prosedur bypass langsung.
“Kami mempertimbangkan beberapa faktor, seperti usia pasien, kondisi pembuluh darah, serta luasnya penyumbatan,” jelas Prof Julius.
Bagi pasien dengan arteri yang sangat kecil, bypass langsung mungkin tidak memungkinkan.
“Dalam kasus seperti ini, kami menggunakan indirect bypass, yang melibatkan stimulasi pertumbuhan pembuluh darah baru untuk meningkatkan suplai darah ke otak secara bertahap,” kata Prof Julius.
Teknik ini lebih umum digunakan pada pasien di mana pembuluh darahnya terlalu kecil untuk dilakukan anastomosis langsung. Salah satu teknik yang digunakan dalam indirect bypass adalah EDMAPS (Ensefalo Duro Myo Arterio Pericranial Synangiosis).
Persiapan dan prosedur
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!