Tak Perlu Khawatir, Operasi Hernia Anak Kini Lebih Minim Sayatan dengan Laparoskopi
📅 Minggu, 21 Des 2025, 18:35 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: RSPI
Hernia pada anak merupakan kondisi yang cukup sering ditemukan. Operasi menjadi salah satu pilihan penanganan hernia pada anak. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, kini terdapat teknik pembedahan hernia pada anak menggunakan alat laparoskopi, yaitu teknik operasi menggunakan kamera, dengan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi terbuka.
“Prosedur ini menawarkan penanganan hernia dengan metode minimal invasif yang memungkinkan waktu tindakan yang lebih singkat, masa pemulihan yang lebih cepat, identifikasi hernia pada sisi kanan dan kiri melalui 1 sayatan,” kata dr. Karmile, Sp. B.A Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah – Pondok Indah praktik di RS Pondok Indah – Pondok Indah sebagai dokter spesialis bedah anak.
Apa itu Hernia?
Ia menerangkan, hernia adalah kondisi yang terjadi akibat adanya kelemahan dinding rongga tubuh maupun kegagalan proses penutupan dinding rongga tubuh, sehingga sebagian atau seluruh organ atau jaringan menonjol keluar dari tempat seharusnya. Istilahnya sendiri diambil dari bahasa Yunani “Hernios”, yang berarti pucuk (bud) atau cabang pohon (offshoot).
Ada bermacam-macam hernia yang dapat terjadi pada anak, antara lain: hernia inguinal, hernia umbilical, hernia epigastrika, hernia spigeli, dan hernia insisional, hernia diafragmatika, hernia hiatal, hernia lumbalis, dan hernia dinding abdomen traumatika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masing-masing jenis hernia memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda-beda. Dari berbagai jenis hernia, hernia inguinal dan hernia umbilikal merupakan kasus yang paling sering terjadi pada pasien anak.
“Hernia inguinal dapat terjadi akibat kegagalan penutupan processus vaginalis (angka kejadian lebih sering) maupun kelemahan dinding perut (angka kejadian sekitar 4% dan terjadi pada anak usia lebih besar). Sementara hernia umbilikal disebabkan oleh kegagalan penutupan dinding perut pada bagian pusar,” terangnya.
Gejala Hernia yang Perlu Diwaspadai
Sebaiknya Anda baca juga:
Hernia pada anak sebaiknya ditangani sesegera mungkin untuk menghindari komplikasi yang lebih berat. Oleh karena itu, perhatikan gejala fisik yang muncul pada anak yang biasanya berupa benjolan hilang timbul yang tidak terasa nyeri. Benjolan ini dapat muncul di lipatan paha atau kantung kemaluan (hernia inguinal) maupun di area pusar (hernia umbilikal).
Ia mengungkapkan, gejala akan terlihat lebih berat ketika hernia mengalami jepitan. Pada kondisi ini, anak menjadi rewel, merasakan nyeri, muntah, serta benjolan tampak kemerahan dan menetap. Jika sudah terjadi jepitan pada pembuluh darah usus maka perut si kecil akan kembung, dan dapat juga disertai dengan keluhan buang air besar (BAB) disertai darah.
Penegakan Diagnosis Hernia
Penegakan diagnosis hernia pada anak dilakukan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis bedah anak. Dokter juga akan bertanya pada orang tua untuk mendapatkan informasi, foto, video, serta riwayat keluarnya benjolan. Pemeriksaan ultrasonografi (USG) mungkin diperlukan sebagai bagian dari pemeriksaan penunjang. Temuan insidental pada saat operasi juga dapat menjadi bagian dari diagnosis.
Penanganan Hernia pada Anak
Hernia umbilikal umumnya dapat menutup dengan spontan dan sembuh tanpa operasi, tetapi observasi tetap diperlukan hingga usia anak mencapai 3-4 tahun. Tindakan penanganan hernia umbilical dipertimbangkan jika ditemukan kondisi-kondisi berikut ini:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!