Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kecintaan pada Vespa Dorong Eksekutif Muda Indonesia Ubah Skuter Antik Menjadi Bertenaga Listrik

📅 Rabu, 16 Apr 2025, 19:30 WIB | Oleh:
Kecintaan pada Vespa Dorong Eksekutif Muda Indonesia Ubah Skuter Antik Menjadi Bertenaga Listrik Doc: AFP/BAY ISMOYO
Ket. Heret Frasthio, CEO Elders, duduk di atas Vespa yang telah dikonversi menjadi skuter listrik saat berbicara dalam sebuah sesi wawancara dengan AFP di bengkel Elders di Jakarta pada 3 Maret lalu.

JAKARTA – Ketika eksekutif Indonesia Heret Frasthio mengendarai Vespa VL antik tahun 1957 dengan cat putih yang terkelupas miliknya, asap dan dengungan khas skuter itu sama sekali tidak terlihat atau terdengar.

Kendaraan roda dua itu hanyalah salah satu model klasik yang diubah oleh perusahaannya dalam upaya mengubah kecintaan terhadap ikon Italia itu menjadi kegiatan ramah lingkungan.

Indonesia telah lama menderita polusi udara yang sebagian disebabkan oleh kecanduannya terhadap mobil dan skuter tua yang tidak efisien, termasuk hampir satu juta Vespa pada tahun 2022, menurut Klub Vespa negara ini.

"Vespa memiliki desain yang unik. Vespa memiliki nilai historis dan nostalgia. Vespa bukan sekadar kendaraan, tetapi juga mode," kata Frasthio, kepala eksekutif Elders, yang mengubah sepeda motor tua menjadi kendaraan listrik.

Para pemimpin Indonesia saat ini tengah mendorong lebih banyak kendaraan listrik di jalanannya, dengan target 13 juta sepeda motor listrik pada tahun 2030 -- jumlah yang sangat ambisius, jauh dari jumlah saat ini yakni 160.000, menurut data kementerian perhubungan.

Tetapi Elders memainkan perannya dalam apa yang diharapkan pemerintah akan menjadi tahap awal revolusi kendaraan listrik.

Frasthio mengatakan perusahaannya telah mengkonversi dan menjual sekitar 1.000 Vespa di seluruh negeri sejak didirikan pada tahun 2021 dan suatu hari bertujuan untuk mengembangkan skuter listriknya sendiri.

Setelah diubah, baterai listrik Vespa yang terisi penuh dapat bertahan sejauh 60-120 kilometer (37-74 mil), dan hingga 200 kilometer untuk baterai yang ditingkatkan.

“Vespa listrik ini bisa menjadi solusi bagi negara-negara yang mensyaratkan rendahnya emisi sepeda motor,” kata Frasthio.

Namun, penetapan harga tetap menjadi hambatan utama bagi ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Vespa milik Frasthio yang dibanggakan namun sederhana menghabiskan biaya $34.000 untuk dibeli sebelum dikonversi. Vespa Elettrica baru yang diimpor dari Italia dapat berharga 198 juta rupiah ($11.750) dan perusahaan Eropa tersebut telah menjual berbagai skuter listrik di benua itu.

Namun bagi mereka yang ingin tetap bergaya retro, ada perlengkapan untuk mengubah skuter antik menjadi listrik dengan biaya antara $1.500 dan $3.900, kata Frasthio.

Peluang untuk beralih menarik pelanggan yang menginginkan perjalanan modis tanpa berkontribusi terhadap kebisingan dan polusi udara.

Salah satunya adalah Hendra Iswahyudi yang membeli Vespa modifikasi dari perusahaan Frasthio, sembari mengenang perjuangan mengendarai Vespa model lama semasa menjadi mahasiswa.

"Anda akan menyalakan kunci kontak dan mandi sambil menunggu mesin siap," kata pria berusia 56 tahun itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.