Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Kebenaran Postmodernisme dan Modernisme

📅 Sabtu, 03 Mar 2018, 04:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebenaran Postmodernisme dan Modernisme Doc: istimewa

Judul : Postmodernisme
Penulis : Indriyana Rachmawati &
Hasna Wijayanti
Penerbit : Sociality
Cetakan : I, 2017
Tebal : 272 halaman
ISBN : 978-602-6673-47-3

Postmodernisme memandang kebenaran dibangun sendiri oleh individu yang terlibat, sedangkan dalam proses pembuatan kebijakan pada tataran sosial dan pemerintahan, generalisasi itu mutlak agar dapat digunakan dan ditetapkan oleh semua orang.

Ilmu pengetahuan terus berkembang. Paradigma lama akan diganti baru bila sudah tidak mampu menjawab, memahami, dan berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan khususnya di era kontemporer yang sering dipertukarkan dengan postmodernisme untuk menunjukan pada masa sekarang. Buku ini menguraikan postmodernisme sebagai perspektif atau paradigma alternatif dalam ilmu pengetahuan guna memahami realitas kontemporer yang tidak bisa dijelaskan dan dipahami oleh modernisme yang menekankan objektivitas sebagai dasar pencarian kebenaran.

Bagi postmodernisme, kebenaran bersifat subjektif. Individu dapat membentuk sendiri kebenaran sesuai dengan konteks, waktu, dan tempat (hlm 37). Ini mengindikasikan, kebenaran bagi postmodernisme berbeda dengan pandangan modernisme sebagai sesuatu yang objektif. Dalam memperoleh kebenaran terdapat dua konsep dasar yaitu past dan possibility. Past identik dengan modernisme dalam menemukan kebenaran masa lalu melalui penyelidikan, sedangkan possibility merujuk kemungkinan baru untuk mendapat kebenaran.

Possibility inilah yang menjadi dasar postmodernisme dalam memperoleh kebenaran. Pendek kata, kebenaran versi postmodernisme bersifat relatif (hlm 76-77). Tiga tokoh dengan pemikirannya masing-masing ditampikan di bab tiga yakni Charles Sanders Pierce, Jacques Lacan, dan Jacques Derrida. Charles Sanders Pierce mengemukakan teori segitiga makna: tanda, objek, dan penafsir. Jacques Lacan menitikberatkan simbol dan wacana, sedangkan Jacques Derrida dengan metode dekonstruksi.

Ketiga tokoh inilah yang banyak memengaruhi dan menginspirasi kelahiran atau perkembangan postmodernisme. Postmodernisme dalam perkembangannya juga mendapat kritikan. Salah satunya dari James N Rosenau. Katanya, sangat sulit menjadikan postmodernisme sebagai bahan pertimbangan membuat kebijakan. Sebab postmodernisme sangat menolak generalisasi dalam pemikirannya. Postmodernisme memandang kebenaran dibangun sendiri oleh individu yang terlibat. Sedangkan dalam proses pembuatan kebijakan pada tataran sosial dan pemerintahan, generalisasi itu mutlak agar dapat digunakan dan ditetapkan oleh semua orang (hlm 188-189).

Buku ini juga menyajikan beberapa kontribusi postmodernisme dalam kehidupan, antara lain dalam bidang pendidikan, seni, antropologi, industri film, dan arsitektur. Dalam bidang pendidikan, pengaruh dan sumbangan postmodernisme terlihat menjamurnya home schooling sebagai bentuk partisipasi masyarakat menciptakan kreativitas. Ini sudah tidak lagi terkungkung pada berbagai bentuk formalistik sistem pendidikan. Dalam bidang seni, pengaruhnya terlihat pada berbagai bentuk hasil reproduksi karya seniman sebelumnya untuk memperbaiki kekurangan.

Di samping itu, untuk mengangkat kembali karya terdahulu dalam bentuk baru. Contoh, Vespa yang dimodifikasi kembali sehingga terlihat ada unsur baru, namun tidak menghilangkan identitas uniknya (hlm 200). Di bidang antropologi, pengaruhnya dapat dilihat dari perkembangan dari masyarakat industri ke informasi. Dalam bidang indsutri film bisa diamati fenomena hiperrealitas yang merupakan "ketidakmampuan individu untuk membedakan kenyataan dari fantasi secara sadar" (hlm 209). Sedangkan dalam bidang arsitektur yang secara interior bergaya postmodernisme dapat dilihat dari perpaduan gaya futuristik dan vintage dalam suatu ruangan agar tercipta suasana nyaman dan harmonis. Selain itu, prinsip dasar arsitektur postmodernisme bersifat simbolik. Semua bangunan dianggap mampu untuk berkata dengan bahasa tertentu (hlm 217). Buku ini dapat memberi sebuah perspektif baru dalam menelaah berbagai perubahan segala aspek kehidupan.

Diresensi M Isnain Abd Malik, Mahasiswa Universias Jayabaya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
Advertisement
gaia musik festival
Daerah
Pemkab Bangka Tengah Dukung...
Daerah
Damkar Bersama Satpol PP Ag...
Olahraga
Bursa Transfer: Real Madrid...
Megapolitan
Perpanjang SIM Keliling Ter...
Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

Darurat Karhutla, Dalam 7 Bulan 219 Ribu Hektare Area Terindikasi Terbakar

07 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.