Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Amankan Investasi Hijau Rp278 Triliun untuk Proyek Energi Sampah dan Ekonomi Biru

📅 Minggu, 12 Okt 2025, 18:15 WIB | Oleh:
Indonesia Amankan Investasi Hijau Rp278 Triliun untuk Proyek Energi Sampah dan Ekonomi Biru Doc: Pexels

JAKARTA - Indonesia sukses mengantongi komitmen investasi senilai 17,4 miliar dolar AS untuk proyek-proyek berkelanjutan yang diharapkan mampu mempercepat transisi hijau nasional. Investasi jumbo tersebut juga akan menopang rencana Danantara, dana kekayaan negara Indonesia, dalam membangun proyek waste-to-energy atau konversi sampah menjadi energi listrik.

Forum bertajuk Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025 yang berlangsung dua hari di Jakarta menjadi ajang penting dalam memperkuat kerja sama investasi hijau. Pemerintah bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) berhasil menarik minat investor global di berbagai sektor ramah lingkungan, mulai dari energi terbarukan hingga ekonomi biru.

“Kami berhasil memobilisasi 18 nota kesepahaman (MoU), komitmen investasi, dan surat pernyataan minat senilai sekitar Rp278,33 triliun atau 17,4 miliar dolar AS,” ujar Nurul Ichwan, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal di Kementerian Investasi, saat menutup forum pada Sabtu malam.

Sejumlah dokumen kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, termasuk ekonomi biru yang berfokus pada pengembangan berkelanjutan industri rumput laut nasional. Penandatanganan MoU tersebut melibatkan APINDO, bank multinasional Standard Chartered, serta lembaga nirlaba Conservation International dan Konservasi Indonesia.

Di sisi lain, perusahaan energi asal Arab Saudi ACWA Power juga menjalin kemitraan dengan Pupuk Indonesia untuk mendukung program dekarbonisasi industri. Nurul menambahkan, para investor menunjukkan minat besar terhadap proyek waste-to-energy nasional yang saat ini tengah disiapkan oleh Danantara.

“Komitmen investasi senilai 17,4 miliar dolar AS ini menjadi bukti kepercayaan mitra global terhadap transisi hijau Indonesia. Kami kini memasuki fase penting, yakni eksekusi proyek secara konkret,” kata Nurul.

Pemerintah menargetkan untuk mengatasi krisis sampah dengan mengubah limbah menjadi sumber listrik baru. Sehari sebelumnya, Ketua Dewan Pengawas Danantara Rosan P. Roeslani mengungkapkan bahwa Indonesia membutuhkan sekitar Rp90 triliun atau 5,4 miliar dolar AS untuk membangun fasilitas waste-to-energy di 33 kota di seluruh Indonesia.

Rosan menjelaskan bahwa pemerintah akan memprioritaskan 10 kota utama, termasuk Jakarta, dalam tahap awal proyek. Ia menilai ibu kota memiliki volume sampah yang cukup besar untuk dijadikan bahan baku energi. “Kami melihat 192 perusahaan telah menunjukkan minat, termasuk beberapa perusahaan terbuka dalam negeri,” ungkap Rosan.

Sebaiknya Anda baca juga:

Lebih lanjut, Rosan menyebutkan bahwa ketertarikan investor datang dari berbagai negara, mulai dari Cina, Korea Selatan, Belanda, Jerman, Jepang, Australia, Singapura, hingga Malaysia. Ia bahkan mengaku terkejut dengan tingginya antusiasme investor asing terhadap proyek tersebut.

“Kami kedatangan perusahaan dari berbagai belahan dunia, dan jujur saja, saya cukup terkejut dengan besarnya minat internasional untuk proyek energi sampah ini,” kata Rosan.

Menurutnya, Danantara akan mulai membuka tender proyek energi dari sampah di kota-kota prioritas pada awal bulan depan. Proyek tersebut juga akan didanai melalui Patriot Bonds, instrumen keuangan eksklusif yang ditawarkan kepada konglomerat Indonesia dengan imbal hasil di bawah pasar untuk mengumpulkan dana hingga Rp50 triliun atau sekitar 3 miliar dolar AS.

Rosan menegaskan bahwa Patriot Bonds sudah sepenuhnya terserap oleh investor domestik. Langkah ini diharapkan memperkuat pembiayaan berkelanjutan dan mempercepat pembangunan fasilitas pengelolaan sampah menjadi listrik di seluruh Indonesia.

Dengan dukungan besar dari investor global dan pengusaha nasional, Indonesia kini selangkah lebih dekat menuju ekonomi hijau dan bebas emisi, sekaligus membuktikan posisinya sebagai salah satu pusat investasi berkelanjutan terbesar di Asia Tenggara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.