Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Siapkan Lahan untuk Bangun Sekolah Garuda di Maros

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemerintah Siapkan Lahan untuk Bangun Sekolah Garuda di Maros Doc: ANTARA
Ket. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie melakukan peninjauan langsung terhadap dua calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda yang terletak di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat (27/2/2026).

JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, melakukan peninjauan langsung terhadap dua calon lokasi pembangunan Sekolah Garuda yang terletak di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat (27/2).

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan dari aspek teknis, legalitas, serta potensi pengembangan kawasan pendidikan terpadu berbasis sains dan teknologi.

"Ini adalah calon lokasi Sekolah Garuda. Kita menemukan lokasi yang sangat cantik dengan pemandangan luar biasa. Namun, yang lebih penting, di sini terdapat aktivitas riset yang sangat menarik, seperti inseminasi sapi untuk meningkatkan produksi susu segar dan kualitas genetik ternak di Indonesia," kata Wamendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Minggu (01/3).

Wamen Stella menyebut SMA Unggul Garuda direncanakan memerlukan lahan sekitar dua hektare dengan kontur relatif rata, meskipun tidak harus berada dalam satu hamparan utuh.

Area terbangun utama meliputi bangunan akademik dan lapangan olahraga diperkirakan seluas 1–1,5 hektare dan harus berada di lahan datar guna menjamin keamanan dan efisiensi konstruksi.

Dalam kunjungan tersebut, Wamen Stella juga meninjau fasilitas riset peternakan yang berpotensi menjadi mitra kolaborasi pendidikan dan penelitian. Di kawasan ini telah tersedia laboratorium produksi semen beku (sperma sapi dan kerbau) dengan proses yang telah memenuhi standar SNI.

Fasilitas ini telah menjalin nota kesepahaman dengan Universitas Hasanuddin dalam penguatan riset dan pengembangan teknologi reproduksi ternak.

Distribusi semen beku dilakukan ke berbagai kabupaten/kota melalui petugas lapangan, mendukung program peningkatan populasi dan mutu ternak.

"Tadi ada riset yang sangat menarik, riset inseminasi sapi. Untuk bisa meningkatkan produksi dari susu segar dan juga kualitas sapi di Indonesia. Luar biasa menarik tadi risetnya," ujarnya.

Teknologi Inseminasi Buatan (IB) menjadi salah satu fokus penguatan riset. Satu pejantan unggul dapat menghasilkan hingga 10.000 straw per tahun.

Dari satu kali ejakulasi (±5 cc), dapat diproses untuk inseminasi 200–300 betina, dengan setiap straw berisi ±25 juta sel spermatozoa (0,25 cc).

Tingkat keberhasilan kebuntingan saat ini mencapai sekitar 75 persen. Metode IB dinilai jauh lebih efektif dibandingkan kawin alam dalam pemanfaatan pejantan unggul.

Melalui sinergi pembangunan SMA Unggul Garuda dan penguatan fasilitas riset terapan di daerah, pemerintah menegaskan komitmen menghadirkan pendidikan unggul yang terintegrasi dengan kebutuhan strategis nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Sudin LH Jaksel: Buang Samp...

Mendag Tegaskan HET Minyakita Tetap Rp15.700 Per Liter

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Mendag Tegaskan HET Minyaki...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.