Ijazah Jokowi Dipertanyakan, Silaturahmi ke Dosen UGM Jadi Sorotan Netizen
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 08:40 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: TVNews/yds
YOGYAKARTA – Polemik ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mencuat di tengah upaya hukum yang telah ditempuh oleh pihak kepolisian dan juga pernyataan resmi dari pihak Universitas Gadjah Mada. Kunjungan yang dilakukan presiden Jokowi ke kediaman mantan dosen pembimbingnya di Fakultas Kehutanan UGM, Ir. Kasmudjo, Senin (13/5), memicu gelombang reaksi dari netizen. ini, terutama netizen yang memiliki berbagai macam pandangan terhadap isu ini.
Ya, kunjungan yang dianggap momen silaturahmi ini dinilai sebagian pihak sebagai upaya memperkuat narasi hubungan baik Jokowi dengan almamaternya.
Unggahan Jokowi di Instagram, yang berisi doa untuk kesehatan sang dosen, langsung dibanjiri komentar. Akun @_riyan*** menulis, "Pak Kasmudjo ini bukan hanya ini saja diekspos oleh Pak Jokowi...". Ia juga menyinggung inkonsistensi mantan Menpora, Roy Suryo, yang sebelumnya getol mempermasalahkan ijazah Jokowi.
Namun, tidak sedikit netizen yang tetap mempertanyakan keabsahan ijazah Jokowi. "Silaturahmi boleh, tapi buktikan dulu ijazah asli Pak," tulis @andi***. "Ini bukan soal silaturahmi, tapi soal transparansi. Tunjukkan ijazah aslinya, Pak!" timpal @budi***.
Dr. Agus Hermawan, Pengamat Media Sosial Universitas Indonesia, menilai momen ini sebagai langkah strategis Jokowi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jokowi berusaha menunjukkan bahwa hubungannya dengan UGM dan para dosennya sangat nyata. Namun, di era media sosial, setiap tindakan publik pasti akan diinterpretasikan berbeda. Ada yang mendukung, ada pula yang skeptis. Ini adalah realitas yang harus dihadapi," ujarnya.
Sedangkan Dr. Sri Rahayu, Pakar Hukum Tata Negara Universitas Airlangga, menegaskan bahwa secara hukum, UGM telah mengonfirmasi keabsahan ijazah Jokowi.
"UGM telah memberikan pernyataan resmi bahwa Jokowi adalah alumni mereka. Salinan ijazah juga telah diserahkan kepada pihak berwajib. Namun, persepsi publik seringkali tidak sepenuhnya sejalan dengan fakta hukum. Dalam konteks ini, transparansi dan komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk meredam polemik," jelasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!