Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar Unpatti Rancang Model Transportasi Laut Ramah Lingkungan

📅 Minggu, 25 Mei 2025, 08:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Guru Besar Unpatti Rancang Model Transportasi Laut Ramah Lingkungan Doc: Unpatti
Ket. Guru besar Bidang Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Pattimura Prof Benny Luhulima

AMBON - Guru besar Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku merancang model transportasi laut ramah lingkungan untuk menjawab kebutuhan transportasi perairan di Indonesia.

“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia khususnya Maluku dihadapkan pada tantangan unik dalam membangun sistem transportasi laut  yang adaptif terhadap dinamika geografis, ekonomi, dan lingkungan,” kata Guru besar Bidang Teknik Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Pattimura Prof Benny Luhulima di Ambon, Ahad.

Berdasarkan hal itu, Provinsi Maluku, kata dia membutuhkan sarana transportasi laut  yang baik dan efisien agar dapat merangkai pulau-pulau yang terbentang pada Provinsi Maluku.

“Terdapat banyak sekali peningkatan kebutuhan kapal baik itu kapal berbadan satu (mono-hull), kapal berbadan dua (catamaran) dan kapal berbadan tiga (trimaran), untuk aplikasi kapal penumpang (ferries), sarana olahraga (sporting craft) dan kapal riset oseanografi (oceanographic research vessels) serta kapal penangkap ikan (trawlers),” katanya menjelaskan.

Menyoroti hal tersebut berdasarkan penelitiannya, hasil simulasi numeric atau  Computational Fluid Dynamic (CFD) dan Pengujian (towing tank) menunjukkan perbedaan nilai komponen hambatan yang relatif kecil, rata-rata 3 persen.

Selanjutnya perhitungan kapal monohul  memiliki hambatan yang cukup besar dibandingkan dengan kapal multihull. Pada kapal monohull memiliki selisih hambatan sebesar 8,86 persen  lebih besar daripada multihull.

Sedangkan selisih hambatan kapal trimaran adalah 3,25 persen lebih kecil dari kapal katamaran. Hal ini juga berpengaruh yang sama terhadap daya mesin yang dibutuhkan.

“Perhitungan Energy Efficiency Design Index (EEDI) kapal monohull adalah 303,40 gmCO2/ton, sedangkan pada kapal multihull pada adalah 76,49 gmCO2/tonne per tahun untuk kapal katamaran dan 70,09 gmCO2/tonne mile per tahun,” tuturnya.

Hal  ini menunjukan kapal monohull terlalu banyak mengeluarkan polutan dari batas yang diizinkan oleh International Maritime Organization (IMO). Sedangkan pada kapal multihull masih memenuhi persyaratan IMO.

Sementara pada kapal trimaran memiliki kemampuan untuk memuat sebesar 440 persen dan kapal katamaran sebesar 380 persen dari kapal monohull.

Oleh sebab itu pemilihan kapal multihull atau lebih dari satu lambung sebagai moda transportasi di Kepulauan Maluku memiliki kelebihan yang cukup baik untuk dioperasikan, karena geladak yang luas, stabilitas yang bagus juga memiliki hambatan yang lebih kecil, sehingga daya mesin yang dibutuhkan juga lebih kecil.

 Dengan demikian penggunaan kapal multihull menjadi semakin ramah lingkungan dan lebih irit dari segi ekonomis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.