Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Forum Warga Tangsel Desak Aksi Atasi Polusi Udara Pmbakaran Sampah

📅 Kamis, 29 Jan 2026, 15:53 WIB | Oleh:
Forum Warga Tangsel Desak Aksi Atasi Polusi Udara Pmbakaran Sampah Doc: ANTARA/HO-Bicara Udara
Ket. Forum warga Kota Tangerang Selatan yang menghadiri forum bertajuk "Bakar Sampah Bikin Sesek-Curhat Warga Tangsel Cari Solusi Polusi" diselenggarakan Bicara Udara dan Universitas Pembangunan Jaya di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (28/1).

JAKARTA -- Warga Kota Tangerang Selatan, Banten berkumpul dalam forum diskusi publik membahas persoalan polusi udara yang memburuk akibat praktik pembakaran sampah dan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal serta mendorong aksi nyata untuk menyelesaikan isu tersebut.

Menurut pernyataan yang diterima di Jakarta, Kamis, perwakilan warga dan pegiat lingkungan dari Gerakan Peduli Tangsel, Sigit Priambodo menyampaikan bahwa persoalan pembakaran sampah sudah lama dirasakan warga, namun belum ditangani secara serius.

"Kami hampir setiap hari menghirup asap pembakaran sampah dan industri kecil di lingkungan kami. Dampaknya bukan cuma sesak, tapi juga kekhawatiran soal kesehatan anak-anak dan orang tua. Kami ingin Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup benar-benar hadir, mendengar laporan warga, bertindak tegas dan nyata, bukan sekadar janji," ujarnya.

Disampaikan dalam forum bertajuk "Bakar Sampah Bikin Sesek-Curhat Warga Tangsel Cari Solusi Polusi" diselenggarakan Bicara Udara dan Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (28/1), dia menyoroti pengalaman warga menghadapi pembakaran sampah yang terjadi berulang di lingkungan tempat tinggal, lambannya tindak lanjut laporan warga, serta dampak kesehatan yang dirasakan dalam jangka panjang.

Sejumlah data pemantauan kualitas udara juga menunjukkan konsentrasi partikel halus (PM2.5) di Tangerang Selatan kerap melampaui ambang batas aman yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam diskusi tersebut, paparan dari sisi kesehatan disampaikan oleh Dokter Spesialis Paru dari RS Pondok Indah, dr. Feni Fitriani Taufik, yang menyatakan bahwa pembakaran sampah merupakan sumber polusi udara yang sangat berbahaya.

"Paparan asap pembakaran sampah menghasilkan partikel halus dan zat toksik yang dapat memicu peradangan saluran napas, memperburuk asma, serta meningkatkan risiko penyakit paru kronis, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan lansia," jelas dr. Feni.

Dalam diskusi itu, warga yang hadir menyepakati Pernyataan Sikap Warga Kota Tangerang Selatan terkait Darurat Sampah dan Polusi Udara. Warga menilai pembakaran sampah dan keberadaan TPS ilegal sebagai kegagalan tata kelola yang melanggar hak atas lingkungan hidup yang bersih dan sehat.

Mereka juga mendesak Pemerintah Kota Tangerang Selatan menindaklanjuti laporan masyarakat secara serius dan transparan dalam waktu maksimal tiga hari kerja melalui kanal resmi, termasuk Tangsel Siaga.

Warga juga mendesak penutupan TPS ilegal dan penghentian praktik pembakaran sampah paling lambat 14 hari kerja sejak laporan diverifikasi, disertai penegakan hukum yang tegas. Penguatan bank sampah didorong sebagai solusi di tingkat lokal, dengan peran aktif Dinas Lingkungan Hidup melalui pembinaan rutin, penyediaan sarana prasarana, dan dialog berkala bersama warga.

Selain itu, pemerintah didorong membuka dan memperbarui data penyakit terkait polusi udara secara berkala sebagai dasar kebijakan berbasis bukti, sekaligus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan, khususnya puskesmas, dalam menangani dampak kesehatan akibat polusi.

Pernyataan sikap ini kemudian ditandatangani dan akan dikawal bersama sebagai bentuk dorongan agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata dan terukur untuk melindungi kesehatan masyarakat.

"Alur pelaporan dampak polusi udara harus dibuat jelas dan mudah dipahami, serta diumumkan secara terbuka melalui media sosial maupun layanan daring sebagai bentuk pelayanan pemerintah kepada warganya," demikian Sigit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.