Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR RI: APBN 2026 Didesain Lebih Efisien

📅 Selasa, 23 Sep 2025, 19:15 WIB | Oleh:
DPR RI: APBN 2026 Didesain Lebih Efisien Doc: Istimewa
Ket. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga menyambut positif pengesahan Undang-Undang APBN 2026 yang ditetapkan dengan belanja negara sebesar Rp3.842,73 triliun, pendapatan negara Rp3.153,58 triliun. Serta defisit sebesar 2,68% terhadap PDB.

Menurut dia, APBN saat ini didesain lebih efisien karena terjadi pemangkasan besar-besaran pada pos-pos perjalanan dinas di kementerian dan lembaga.

Menurut dia, beberapa jabatan seperti pejabat eselon tinggi dan sektor administrasi lainnya sebelumnya memiliki alokasi biaya perjalanan dinas luar daerah dan luar negeri yang cukup besar.

"Pemangkasan ini mencakup pengurangan frekuensi perjalanan dinas protokoler, inspeksi, pengawasan, dan studi banding luar negeri, yang dianggap tidak esensial atau dapat digantikan dengan media komunikasi digital dan koordinasi virtual," kata Lamhot dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/9).

Dengan demikian, dana yang tadinya digunakan untuk biaya transportasi, akomodasi, dan fasilitas protokoler dapat dialihkan ke program-program produktif yang langsung menyentuh masyarakat. Menurut Lamhot, alokasi APBN sudah mencerminkan orientasi yang lebih kuat terhadap pemerataan.

Adapun contohnya yakni penambahan transfer ke daerah (TKD) dari yang sebelumnya diusulkan sekitar Rp650 triliun menjadi Rp 693 triliun. Ini sebagai bagian dari belanja negara total yang disepakati sebesar Rp3.842,73 triliun.

Lalu, program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan alokasi Rp335 triliun, pendidikan Rp769,1 triliun. Lalu ketahanan pangan Rp164,7 triliun, dan ketahanan energi Rp402,4 triliun.

"Dari sini saja nampak bahwa sasaran makro ekonominya juga realistis dan jelas, antara lain pertumbuhan ekonomi dipatok pada kisaran 5,2-5,8%, inflasi 1,5-3,5%. Dan kurs rupiah stabil sekitar Rp16.500-16.900 per dollar AS," ujar dia.

Terkait pemangkasan anggaran untuk kementerian/lembaga (K/L), terutama pada pos-non-produktif seperti perjalanan dinas dan fasilitas protokoler. Ini dianggap Lamhot sebagai langkah strategis untuk membuat APBN lebih sehat dan tepat sasaran.

"Saya pikir, pengurangan tersebut memungkinkan konsentrasi anggaran kepada belanja publik yang langsung berdampak ke masyarakat. Seperti sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur di daerah-daerah tertinggal," ucap dia.

Karena itu, lanjut Lamhot, dengan pemangkasan inefisiensi, ruang fiskal menjadi tersedia bagi program-program prioritas nasional. Tanpa harus meningkatkan defisit secara drastis di luar batas aman.

Namun, meskipun APBN 2026 sudah lebih efisien dan proporsional dalam belanja, Lamhot memperingatkan bahwa target defisit sebesar 2,68% mendesak pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara agar APBN tetap seimbang. Dan tidak membebani ke depan.

"Terutama peningkatan penerimaan pajak harus menjadi fokus, baik dari penerapan kebijakan pemajakan yang adil, penguatan administrasi pajak. Dan pengurangan kebocoran," kata dia.

Selain itu, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga perlu dioptimalkan. Terutama dari sektor energi, migas, sumber daya alam, dan regulasi yang memudahkan investasi yang menghasilkan PNBP. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.