Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 23:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Legislator: Konsistensi Digitalisasi Kunci Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran, Tidak Perlu Satgas Baru Doc: istimewa
Ket. Penyalahgunaan penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM

JAKARTA- Masalah penyelewengan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) terus menuai polemik. Meskipun demikian, pembentukan lembaga Satuan Tugas (Satgas) baru untuk mengawasi hal tersebut bukanlah solusi satu-satunya.

Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya, menekankan bahwa kunci utama untuk mencegah penyelewengan BBM bersubsidi terletak pada konsistensi menjalankan sistem digitalisasi yang sudah ada.

Meskipun pembentukan Satgas memiliki semangat positif, tetapi ia memberikan catatan kritis pada aspek operasional di lapangan. Menurut Bambang, Pertamina sebenarnya telah memiliki instrumen pengawasan yang mumpuni melalui sistem digitalisasi, termasuk penggunaan barcode dan pemantauan CCTV di SPBU. Namun, ia menyayangkan adanya praktik di lapangan yang mencoba mengakali sistem tersebut.

"Yang penting itu kan kekonsistenan. Barcodenya apakah berfungsi? Berfungsi. Tetapi ingat ketika sistem dijalankan orang berpikir bagaimana untuk mengakalin sistem tersebut," ujar Bambang dalam kunjungan kerja spesifik Komisi XII dalam rangka meninjau ketersediaan dan pengawasan distribusi energi, di Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Kamis (9/4), dikutip dari laman resmi DPR RI.

Ia mencontohkan temuan mengenai adanya pengumpulan barcode oleh oknum tertentu untuk digunakan mengisi BBM di luar jam operasional resmi. Fenomena ini, menurutnya, membuktikan bahwa teknologi tanpa pengawasan manusia yang berintegritas tidak akan maksimal. 

Bambang menggarisbawahi bahwa masalah utama yang dihadapi saat ini adalah kekonsistenan dan niat baik dalam menjalankan aturan. Ia menyebut secanggih apa pun sistem yang dibangun akan sulit berjalan jika perilaku menyimpang masih terjadi.

 “Jadi sekali lagi sistem sudah dibuat, digitalisasi sudah dijalankan. Yang penting itu adalah kekonsistenan dan niatan baik untuk menjalankan itu semua. Kalau masih mental-mental ‘maling’ ya repot," tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Sementara itu, mengenai urgensi pembentukan Satgas BBM, Bambang menyerahkan sepenuhnya pada hasil kajian teknis. Jika keberadaan Satgas dianggap mampu memberikan efek jera bagi para pelaku penyelewengan, Komisi XII akan memberikan dukungan penuh.

"Terkait dengan pembentukan Satgas dan sebagainya saya pikir silakanlah dikaji. Kalau bagi saya melihat dari sistem yang sekarang sebenarnya sudah bisa kok. Yang paling penting itu kekonsistenan kita di dalam menjalankan pengawasan dan kalau memang dirasa perlu ya kadang-kadang kita memang perlu membuat suatu efek jera," tutupnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

52 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

Jakarta World Cinema 2026 Siap Digelar, Hadirkan 207 Film dari 69 Negara

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.