Di Usia ke-69, JATMAN Soroti Krisis Hati di Tengah Pendidikan Modern
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 19:29 WIB | Oleh: Tim RedaksiPengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang itu juga menekankan pentingnya latihan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa pembiasaan refleksi batin, aktivitas yang seharusnya menenangkan justru mudah teralihkan oleh kesibukan dan kepentingan duniawi.
"Nah ini kalau tidak diasah, shalatnya itu susah, baru takbiratul ihram itu sudah ingat macam-macam. Enggak tersambung dengan Allah," jelasnya.
Karena itu, Gus Kikin menggandeng JATMAN untuk lebih serius mengampanyekan pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan pikiran dan kecerdasan batin.
"Ini kita harus lebih serius lagi di dalam melakukan pendidikan hati ini, dan yang bisa melakukan dengan serius itu adalah JATMAN ini," pungkasnya.
Di usia ke-69, pesan yang dibawa JATMAN terasa relevan melampaui batas keagamaan: di era yang serba cepat dan kompetitif, manusia tidak hanya butuh otak yang pintar, tapi juga batin yang jernih untuk tetap waras, berempati, dan bertindak bijak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!