Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gaspol Cetak Pekerja Migran Kelas Dunia, Menperin Sarmuji Siapkan 11 Ribu Kursi Pelatihan

4 Kamis, 15 Okt 2026, 19:16 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Gaspol Cetak Pekerja Migran Kelas Dunia, Menperin Sarmuji Siapkan 11 Ribu Kursi Pelatihan Gaspol Cetak Pekerja Migran Kelas Dunia, Menperin Sarmuji Siapkan 11 Ribu Kursi Pelatihan Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin di sela kegiatan bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Kamis (15/10)

JAKARTA- Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji tidak mau Indonesia hanya jadi penonton di pasar kerja global. Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, ia menyiapkan 11 ribu kapasitas pelatihan vokasi per tahun untuk mencetak pekerja migran yang terampil, bersertifikat, dan siap bersaing.

Sinergi itu ditegaskan dalam kegiatan bersama di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta, Kamis (15/10), sekaligus penandatanganan adendum MoU Kemenperin dan KP2MI untuk memperluas sektor pelatihan.

"Dalam Kabinet saat ini, kita tidak mengedepankan ego sektoral, tetapi saling mengisi dan memanfaatkan potensi yang dimiliki masing-masing kementerian," kata Sarmuji.

Satu tujuan: membangun kualitas SDM Indonesia.

Punya Fasilitas Lengkap, Tinggal Dimaksimalkan

Kemenperin punya ekosistem vokasi yang lengkap: balai diklat industri, 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK. Semua sudah terhubung dengan dunia usaha dan industri.

Selama ini, kerja sama pelatihan dengan KP2MI baru mencakup sekitar 1.066 peserta tahun ini. Padahal kapasitas BDI saja mencapai 11 ribu peserta per tahun.

"Insyaallah ke depan akan lebih banyak lagi, karena Kemenperin tidak hanya memiliki balai diklat, tetapi juga politeknik, SMK, dan akademi komunitas," ujar Sarmuji.

Menurutnya, ini soal momentum. Industri pengolahan terus tumbuh dan menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, tapi teknologi mengubah cara kerja dan jenis keterampilan yang dibutuhkan. Di saat yang sama, negara maju kekurangan penduduk usia produktif.

"Kita memiliki bonus demografi dan tenaga kerja produktif yang banyak. Kalau mereka dilatih dengan baik, mereka bisa mengisi lapangan kerja di luar negeri yang memang membutuhkan tenaga kerja terampil. Pekerja yang terampil itu adalah delegasi Indonesia, mereka bisa membawa nama baik Indonesia," tegas Sarmuji.

SMK Go Global: Latihan Harus Sesuai Pesanan Pasar

Menteri P2MI Mukhtarudin menegaskan, kolaborasi ini bukan sekadar pelatihan, tapi bagian dari Program Direktif Presiden Prabowo Subianto: SMK Go Global.

"Kalau dulu hanya manufaktur, sekarang akan memperluas ke semua sektor yang dimiliki oleh Balai Diklat Industri, yang dimiliki oleh perindustrian, baik itu berupa politeknik maupun akademi komunitas, dan termasuk SMK," kata Mukhtarudin.

Metodenya dibalik: bukan latih dulu baru cari kerja, tapi lihat dulu kebutuhan pasar, lalu latih sesuai kompetensi yang diminta.

"Metodologi yang kita pakai mulai dari ada demand dulu, kemudian kompetensi yang dibutuhkan seperti apa, baru kita latih seperti apa," ujarnya.

Pendekatan ini penting karena peluangnya sangat besar. Berdasarkan job order terverifikasi, ada sekitar 291 ribu peluang kerja di luar negeri pada 2026. Namun baru sekitar 25 persen yang dapat dipenuhi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...

Kapolri silaturahmi dengan KWI

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Kapolri silaturahmi dengan KWI
Wisata
Seni ukir Suku Kamoro di Pa...
Advertisement
Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

Bek Timnas Indonesia Sabet "Man of the Match" Liga Champions Usai Lille Tahan Imbang Bodo/Glimt

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.