Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Usia ke-69, JATMAN Soroti Krisis Hati di Tengah Pendidikan Modern

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 19:29 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Di Usia ke-69, JATMAN Soroti Krisis Hati di Tengah Pendidikan Modern Doc: istimewa
Ket. Puncak peringatan 69 tahun Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa malam (13/10/2026), diisi dengan refleksi yang cukup tajam: pendidikan modern makin canggih, tapi makin abai pada dimensi batin manusia

JAKARTA — Puncak peringatan 69 tahun Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) di Plaza Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa malam (13/10/2026), diisi dengan refleksi yang cukup tajam: pendidikan modern makin canggih, tapi makin abai pada dimensi batin manusia.

Acara dihadiri Ketua Umum PBNU Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang melakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur. Hadir pula jajaran pimpinan JATMAN, antara lain Ali Masykur Musa, Ali M Abdillah, Rohimuddin Nawawi al-Bantani, dan Abdul Kholiq Hasan.

Pendidikan yang Terlalu Fokus ke Otak

Mudir Ali JATMAN Ali Masykur Musa menilai, sistem pendidikan saat ini terlalu menekankan kecerdasan kognitif dan keterampilan teknis. Ukurannya nilai, peringkat, dan kemampuan kerja. Sementara pendidikan karakter, ketenangan batin, dan kepekaan nurani kurang mendapat tempat.

Akibatnya, banyak orang yang secara akademis cerdas, tapi rapuh saat menghadapi tekanan, mudah reaktif, dan kehilangan arah dalam mengambil keputusan penting.

"Dengan segala hormat, saya mengajak keluarga besar NU mulai sekarang harus siap-siap bertarekat," seru Ali Masykur.

Dalam konteks ini, tarekat ia maknai sebagai jalan latihan batin: disiplin diri, refleksi, pengendalian ego, dan pembiasaan untuk hidup lebih tenang dan sadar.

"Kalau hati itu jernih, maka seluruh pengambilan keputusan, seluruh tindakan yang diamalkan adalah bicara dengan hati," ujarnya.

Menurutnya, kualitas perilaku seseorang sangat ditentukan oleh kondisi batinnya. Kesalahan dan pelanggaran etika bukan semata karena kurang pengetahuan, melainkan karena batin yang tidak terlatih dan tidak peka.

Ali Masykur menambahkan, tradisi latihan batin ini sudah lama menjadi bagian dari kultur NU, bahkan menjadi inspirasi para pendiri organisasi dalam merumuskan gerakannya.

Hati sebagai Modal Kolektif

Senada, Ketua Umum PBNU Gus Kikin menyebut kemampuan mengelola batin sebagai modal utama dalam membangun organisasi. Persatuan dan kerja sama hanya bisa berjalan jika ada rasa saling percaya, saling menjaga, dan keterhubungan emosional antar anggota.

Ia mencontohkan pendiri NU, Hasyim Asy’ari, yang mampu merangkul berbagai kelompok berbeda untuk bekerja bersama melawan kolonialisme. Nilai persatuan itu, menurut Gus Kikin, tertuang dalam Qanun Asasi, dokumen dasar organisasi.

"Tampaknya itu apa yang ada di Qanun Asasi, yang disebut hati itu tersambung bukan hanya di kalangan umat Islam yang mengikuti paham Ahlussunnah wal Jama’ah, bahkan paham yang berbeda-beda pun ikut," terang Gus Kikin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

Karhutla Bromo Memakan Korban Jiwa, Tiga Pahlawan Pemadam Gugur Saat Pertaruhkan Nyawa

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.