Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harapan Warga Kampung Pelangi untuk Dapat Bantuan dan Akses Kerja, Terkendala Hal Ini!

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 19:20 WIB | Oleh:
Harapan Warga Kampung Pelangi untuk Dapat Bantuan dan Akses Kerja, Terkendala Hal Ini! Doc: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
Ket. Suasana Kampung Pelangi di Cipete Utara, Kebayoran Baru yang merupakan kawasan pemulung di tengah Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (14/10).

JAKARTA - Sejumlah warga Kampung Pelangi, Cipete Utara, Jakarta Selatan, berharap memiliki KTP DKI Jakarta agar mendapatkan bantuan dan akses kerja demi keberlangsungan hidup mereka.

"Sebagian ada dikasi bantuan, sebagian enggak. Karena kan mayoritas banyakan ada yang KTP daerah, ada yang Jakarta. Tapi enggak semuanya mendapat bantuan, hanya beberapa," kata anggota Dasawisma RT 07/RW09 Kampung Pelangi, Heni, saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/10).

Kampung Pelangi di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, merupakan kawasan pemulung yang berkembang menjadi permukiman warga dari berbagai daerah untuk mencari penghidupan di Ibu Kota.

Heni mengatakan penduduk di kawasan tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain Karawang, Indramayu, Lampung, dan sejumlah wilayah lainnya.

"Asal mula Kampung Pelangi itu karena di sini warganya, penduduknya mayoritas beraneka ragam. Seperti ada yang Jawa, Karawang, dari Jakarta, Lampung, Sumatera," kata Heni.

Heni mengungkapkan keberagaman latar belakang penduduk tersebut menjadi salah satu hal yang melekat pada kehidupan Kampung Pelangi.

Warga dari berbagai daerah hidup berdampingan di kawasan yang menjadi tempat tinggal sekaligus lokasi mencari nafkah.

Menurut dia, banyak warga memilih tinggal di kawasan tersebut karena lokasi pekerjaan dan biaya tempat tinggal yang relatif terjangkau.

Mayoritas warga bekerja sebagai pemulung. Selain itu, terdapat warga yang bekerja sebagai buruh dan asisten rumah tangga (ART).

Heni memperkirakan kawasan tersebut dihuni sekitar 300 kepala keluarga (KK). Namun, tidak seluruh warga memiliki KTP DKI Jakarta karena sebagian masih menggunakan identitas dari daerah asal.

Kondisi tersebut, menurut Heni, turut memengaruhi akses sebagian warga terhadap bantuan pemerintah.

Ia mengatakan bantuan yang diterima warga tidak merata, sementara sejumlah kegiatan sosial dan pendidikan di lingkungan tersebut berasal dari yayasan serta mahasiswa.

Heni mengatakan warga berharap bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan melalui pendataan langsung di lapangan.

"Harapannya biar semuanya dapat bantuan aja. Enggak usah membeda-bedakan," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.