Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Cabai Digenjot, Pemkab Kuningan Kawal Petani Dongkrak Panen

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Cabai Digenjot, Pemkab Kuningan Kawal Petani Dongkrak Panen Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
Ket. Petani saat menunjukkan kondisi kebun cabai rawit di Kuningan, Jawa Barat.

KUNINGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mendampingi petani untuk meningkatkan produksi cabai pada 2026 melalui penyuluhan, edukasi teknik budidaya, serta pemantauan kegiatan pertanian di lapangan.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah saat dikonfirmasi di Kuningan, Rabu (14/10), mengatakan produksi cabai di daerah tersebut mencapai 1.232 ton selama Januari-September 2026, terdiri atas cabai besar 345 ton, cabai rawit 702 ton, dan cabai keriting 185 ton.

“Sementara itu, produksi cabai sepanjang 2025 tercatat sebanyak 2.051 ton, meliputi cabai besar 593 ton, cabai rawit 1.161 ton, dan cabai keriting 297 ton,” katanya.

Ia menuturkan pendampingan dilakukan melalui pengerahan penyuluh pertanian untuk memberikan edukasi kepada petani mengenai teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman, sekaligus memantau perkembangan budidaya agar berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Upaya tersebut, kata dia, diarahkan pula untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah, sehingga dapat menjadi sumber pangan keluarga dan mendukung ketersediaan komoditas hortikultura.

“Salah satu program yang dikembangkan ialah Tanam Tanah Pekarangan, Jaga dan Tekan Inflasi atau Tatapakan Jati yang memperluas pemanfaatan lahan dari halaman rumah ke seluruh bagian pekarangan yang memungkinkan untuk ditanami,” ujarnya.

Ia menyampaikan program tersebut merupakan pengembangan Taman Masagi, yang telah berjalan pada 2024 dan 2025 untuk mendukung ketersediaan pangan rumah tangga sekaligus membantu pengendalian inflasi daerah.

Wahyu mengatakan perluasan program dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan ruang di sekitar rumah, secara produktif untuk menghasilkan bahan pangan, termasuk komoditas cabai, sesuai potensi lahan masing-masing.

“Kami optimalkan seluruh tanah pekarangan yang masih bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan,” ujarnya.

Ia menyebutkan program tersebut sudah menjangkau 92 kelompok di 92 lokasi dengan enam jenis komoditas, disertai penyaluran benih dan sarana produksi pertanian kepada kelompok penerima manfaat.

Diskatan Kuningan melanjutkan dukungan melalui pendampingan penanaman dan pemeliharaan, serta pemantauan perkembangan tanaman untuk memastikan sarana produksi yang diberikan dimanfaatkan secara optimal.

“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari produktivitas pekarangan dan manfaat hasil panen bagi kebutuhan pangan keluarga,” ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Trump Desak Putin dan Zelen...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.