Kabut Asap Tak Kunjung Berakhir, Karhutla Kalsel Berlangsung 3 Bulan, Udara Segar Jadi Kerinduan.
📅 Senin, 21 Sep 2026, 12:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarKomponen utamanya adalah PM2.5, partikel berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer. Sebagai perbandingan, diameter helai rambut manusia berkisar 50–70 mikrometer, yang berarti PM2.5 ukurannya lebih dari 20 kali lebih kecil.
Saking kecilnya, PM2.5 tidak dapat tersaring oleh bulu hidung maupun lendir saluran napas bagian atas. Partikel ini dapat menembus hingga ke alveolus (kantung udara paru-paru) bahkan masuk ke dalam aliran darah. Bersamaan dengan itu, gas berbahaya seperti karbon monoksida (CO), nitrogen oksida (NOx), dan senyawa organik volatil (VOC) yang bersifat iritatif serta karsinogenik turut terhirup.
"Dampaknya bervariasi, mulai dari iritasi ringan hingga memicu serangan jantung yang mengancam jiwa," jelas Prof. Syamsul.
Masyarakat pun diimbau untuk semakin waspada dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Langkah utama saat beraktivitas di luar ruangan adalah mengenakan masker standar, seperti KN95 atau N95, yang memiliki tingkat filtrasi hingga lebih dari 95 persen terhadap partikel berukuran 0,3 mikrometer.
Meskipun masyarakat tak bisa sepenuhnya menghentikan aksi pembakaran lahan oleh pihak tak bertanggung jawab, perlindungan mandiri melalui protokol kesehatan menjadi benteng terakhir untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga dari bahaya kabut asap.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!