Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Kerahkan 1.898 Nakes Respons 151 Ribu Kasus Ispa akibat Karhutla

2 Senin, 21 Sep 2026, 13:23 WIB | Oleh:
Kemenkes Kerahkan 1.898 Nakes Respons 151 Ribu Kasus Ispa akibat Karhutla Kemenkes Kerahkan 1.898 Nakes Respons 151 Ribu Kasus Ispa akibat Karhutla Doc: antara foto
Ket. Kasus Ispa dampak karhutla di Palembang.

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan 1.898 tenaga kesehatan (nakes) serta mendistribusikan ratusan ribu bantuan logistik medis ke wilayah terdampak ancaman kesehatan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hingga 16 September 2026, tercatat lebih dari 151 ribu kasus Infeksi saluran pernafasan akut (Ispa) tersebar di tujuh provinsi dan 63 kabupaten/kota. Kemenkes menyiagakan 1.898 tenaga kesehatan tersebut langsung ke tujuh provinsi terdampak karhutla untuk mendekatkan akses pertolongan medis bagi lebih dari 13 juta masyarakat, sekaligus memperkuat jajaran tenaga kesehatan daerah.

"Langkah ini kami ambil untuk mendekatkan pertolongan medis langsung kepada masyarakat terdampak, sekaligus menopang serta memperkuat tenaga kesehatan di daerah yang telah bekerja keras sejak awal," ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati di Jakarta, Senin (21/9).

Sebagai bentuk dukungan operasional dan penanganan medis di lapangan, Kemenkes hingga 16 September 2026 telah mendistribusikan sejumlah bantuan logistik, yakni 1.927.554 masker, 280 unit mesin pekat oksigen (oxygen concentrator) dan 36 tabung oksigen guna mendukung pasokan oksigen kritis, serta 328 dus makanan tambahan, beserta pasokan obat-obatan dan vitamin penunjang daya tahan tubuh.

Dia menjelaskan mesin pekat oksigen dan tabung oksigen diprioritaskan untuk memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai wilayah dengan dampak karhutla terparah, di antaranya Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Riau.

Sebagai bentuk kesiapsiagaan menyeluruh, Kementerian Kesehatan menyiagakan penuh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak, mencakup 1.691 Puskesmas, 360 Rumah Sakit Rujukan, serta 87 Labkesmas untuk penanganan medis cepat dan pengujian kualitas udara.

Pihaknya berkomitmen untuk terus mengoptimalkan distribusi logistik medis demi menjaga keselamatan masyarakat.

Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan konsisten menggunakan masker.

"Kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, serta penderita penyakit bawaan, seperti asma dan jantung menjadi prioritas utama dalam penanganan dan perlindungan kesehatan selama masa tanggap karhutla ini," kata Widyawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Setelah Menanti 14 tahun, A...
Rona
Tips Menjadi Content Creator
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

Kimi Antonelli Ukir Sejarah! Di Usia 20 Tahun Resmi Jadi Juara Dunia Formula 1 2026

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.