Kabut Asap Tak Kunjung Berakhir, Karhutla Kalsel Berlangsung 3 Bulan, Udara Segar Jadi Kerinduan.
📅 Senin, 21 Sep 2026, 12:30 WIB | Oleh: Yebdi TrismarUdara segar kini menjadi hal yang sangat dirindukan oleh masyarakat di "Kota Idaman" yang menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) akhir 2024 dihuni oleh 285.546 jiwa ini.
Penerbangan Terdampak
Dampak karhutla juga sangat dirasakan di Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) terpaksa menghentikan sementara aktivitas penerbangan saat jarak pandang (visibility) di runway menyusut drastis.
Kabut asap tebal biasanya menyelimuti area bandara pada pagi hari, sehingga sejumlah penerbangan harus ditunda hingga jarak pandang membaik dan aman untuk lepas landas maupun mendarat. Meski kecewa karena jadwal perjalanan terganggu, para calon penumpang umumnya memahami situasi darurat tersebut.
"Saya biasa naik pesawat pagi pukul 06.30 WITA untuk bekerja di Surabaya, tetapi belakangan penerbangan sering tertunda karena kabut asap," ujar Hayati (27), salah seorang calon penumpang di bandara.
Setiap musim kemarau, Bandara Internasional Syamsudin Noor menjadi salah satu fasilitas publik yang paling terdampak karena maraknya titik kebakaran di kawasan ring 1 bandara.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bersama TNI, Polri, dan instansi terkait telah menjadikan penanganan karhutla di ring 1 bandara sebagai prioritas utama. Penanggulangan dilakukan secara intensif melalui Satgas Darat serta operasi udara menggunakan helikopter water bombing milik BNPB.
Meski demikian, karhutla belum sepenuhnya dapat dikendalikan. Area yang terbakar justru terus meluas seiring bermunculannya titik-titik api baru dari hari ke hari.
Bencana kesehatan
Bukan hanya merusak lingkungan dan ekosistem, karhutla juga telah berkembang menjadi bencana kesehatan bagi masyarakat.
Menanggapi situasi ini, Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan (Kalsel) mengambil berbagai langkah kesiapsiagaan. Salah satunya dengan mengaktifkan 127 rumah oksigen, di mana 38 di antaranya berlokasi di Banjarbaru, sementara sisanya tersebar di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tanah Laut, dua wilayah lain yang terkena dampak cukup parah.
Kepala Dinas Kesehatan Kalsel, dr. Diauddin, melaporkan bahwa layanan lapangan siaga karhutla telah menjangkau 46.347 jiwa melalui 90 titik kegiatan selama periode Juli hingga September 2026. Selain itu, Dinkes Kalsel mendistribusikan 115.300 lembar masker serta memberikan layanan dan edukasi kesehatan di 54 sekolah, tiga kampus, dua pondok pesantren, lima panti asuhan, dan lima pos lapangan karhutla untuk pemeriksaan kesehatan petugas.
Dampak asap karhutla tak boleh dianggap sepele. Pakar Kesehatan Masyarakat dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd., FISPH, FISCM., menjelaskan bahwa kabut asap mengandung kumpulan polutan dan partikel halus yang dapat masuk hingga ke paru-paru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!