Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WALHI Gorontalo Dampingi Warga Bonepantai yang Menolak Tambang PT CBM.

📅 Senin, 21 Sep 2026, 12:50 WIB | Oleh:
WALHI Gorontalo Dampingi Warga Bonepantai yang Menolak Tambang PT CBM. Doc: Antara Foto
Ket. Gabungan aktivis lingkungan dan masyarakat menggelar aksi damai menolak aktivitas pertambangan di simpang empat pintu masuk Pasar Jaya, Desa Bilungala, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (20/9).

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Gorontalo berkomitmen mendampingi masyarakat Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, yang menolak aktivitas pertambangan PT Celebes Bone Mineral (CBM) di wilayah tersebut.

Direktur Eksekutif WALHI Gorontalo Defri Sofyan di Gorontalo, Senin, mengatakan pendampingan dilakukan untuk mengawal aspirasi warga yang sejak awal menolak aktivitas pertambangan karena ingin mempertahankan ruang hidup mereka.

"Kami menyatakan sikap bahwa gerakan advokasi yang kita jalankan saat ini sesungguhnya lahir dari aspirasi arus bawah," kata Defri.

Ia menjelaskan WALHI Gorontalo mulai mendampingi masyarakat Bonepantai sejak 2024 berdasarkan permintaan dan undangan warga yang menyampaikan keresahan terhadap aktivitas maupun perizinan perusahaan, mulai dari izin usaha produksi hingga eksplorasi.

Menurut dia, pendampingan tersebut dilakukan untuk menyuarakan hak-hak masyarakat Bonepantai dan tidak didasari intervensi pihak mana pun.

Dalam proses pendampingan, WALHI bersama warga turun ke lapangan untuk melihat titik-titik bekas eksplorasi, memetakan dampak yang dikeluhkan masyarakat, serta mengawal aspirasi warga dalam forum formal dengan instansi terkait dan DPRD Provinsi Gorontalo.

WALHI bersama masyarakat juga telah tiga kali menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Provinsi Gorontalo dan instansi terkait untuk menyampaikan berbagai persoalan yang menjadi perhatian warga.

Defri mengatakan warga antara lain menyampaikan keluhan mengenai banjir bandang dan tanah longsor yang mereka duga berkaitan dengan keberadaan lubang bor bekas eksplorasi.

Saat ini, kata dia, pendampingan WALHI diarahkan pada penguatan masyarakat dalam menghadapi rencana penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) perusahaan, seiring masa berlaku izin eksplorasi PT CBM yang disebut akan berakhir pada Oktober 2026.

Sebelumnya, agenda konsultasi publik yang direncanakan perusahaan tidak terlaksana menyusul penolakan warga.

Defri mengatakan WALHI terus mendampingi warga agar setiap agenda terkait rencana pertambangan dapat dipantau. WALHI juga ingin memastikan kehadiran masyarakat dalam suatu agenda tidak digunakan sebatas formalitas untuk mendukung penyusunan dokumen Amdal.

"Kami dan masyarakat Bonepantai sudah membangun kesepakatan bulat untuk menolak setiap agenda konsultasi publik Amdal. Pendampingan akan berjalan secara konsisten, karena keadilan ekologis bagi masyarakat harus diperjuangkan hingga tuntas," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

54 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Olahraga
Menghitung Peluang Janice J...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.