Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diakui Standar Global, Sertifikat Mutu KKP Percepat Ekspor Ikan ke Malaysia dan Timor Leste

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Redaksi
 Diakui Standar Global, Sertifikat Mutu KKP Percepat Ekspor Ikan ke Malaysia dan Timor Leste Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan ekspor hasil perikanan dari wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur ke Timor Leste, dan dari Kalimantan Barat ke Malaysia

JAKARTA- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong peningkatan ekspor hasil perikanan dari wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur ke Timor Leste, dan dari Kalimantan Barat ke Malaysia. Ikan-ikan yang akan diekspor ke negara tetangga dijamin kualitasnya melalui Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan KKP. 

"Kami sudah bertemu dengan otoritas kompeten negara tetangga sehingga pelaku usaha di daerah perbatasan dapat menggunakan SMKHP untuk melakukan ekspor produk perikanan. Sertifikat yang kami terbitkan diakui sebagai dokumen penjamin mutu sesuai standar global,” urai Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini di Jakarta, Minggu (20/9).

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Mutu KKP di Nusa Tenggara Timur sejauh ini telah menerbitkan 676 SMKHP bagi pelaku usaha setempat. Keberadaan SMKHP sebagai dokumen resmi dari otoritas kompeten yang menyatakan bahwa produk yang akan diekspor telah melalui proses pemeriksaan di hulu sampai hilir dengan standar sanitasi, higiene dan keamanan yang diakui secara global. Dengan demikian, proses pemeriksaan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi lebih cepat dan mudah dilakukan. 

Sepanjang tahun 2025, nilai ekspor hasil perikanan dari perbatasan NTT ke Timor Leste mencapai Rp18 miliar dan Ishartini berharap tahun ini terjadi peningkatan. Adapun 10 produk unggulan ekspor ke Timor Leste yaitu ikan teri, ikan lalosi (ikan ekor kuning), ikan manyung, kakap merah, kakap putih, kerapu, ikan manok, ikan kakatua, ikan lencam dan ikan biji nangka.

Sedangkan untuk perbatasan Indonesia - Malaysia di Entikong, Kalimantan Barat, telah diterbitkan 219 SMKHP selama Januari hingga Agustus 2026. Pada periode tersebut, nilai ekspor hasil perikanan dari wilayah perbatasan telah mencapai 580 ton senilai Rp20 miliar.

"Dengan SMKHP akses pasar tetap terjaga, sehingga UPI mampu menyerap tenaga kerja lokal hingga lebih dari 170 orang wilayah perbatasan dekat PLBN dengan Timor Leste maupun Sarawak Malaysia,” tutupnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
DPRD DKI Minta Jakpro Perku...
Nasional
Kemenekraf Siapkan Program ...
Olahraga
Petenis Janice Tjen Lolos k...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.