Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal Pelni Hadapi Situasi Darurat

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 15:34 WIB | Oleh:
Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal Pelni Hadapi Situasi Darurat Doc: ANTARA/HO-Kemenhub
Ket. Kementerian Perhubungan memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelni menghadapi situasi darurat melalui kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta–Kijang pada 16-18 September 2026.

JAKARTA -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelni menghadapi situasi darurat guna meningkatkan kompetensi, koordinasi dan budaya keselamatan demi perlindungan optimal kepada penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan keselamatan pelayaran merupakan suatu sistem yang tidak terpisahkan. Kapal yang laik membutuhkan awak yang kompeten, peralatan yang andal, prosedur yang jelas dan dukungan manajemen.

“Karena itu, setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama,” kata Samsuddin dalam kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta-Kijang, sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan pembekalan keselamatan dalam kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta-Kijang tanggal 16-18 September 2026.

Mengusung tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi awak kapal dan membangun budaya keselamatan dalam pelayanan angkutan laut.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman awak kapal terhadap tugas dan tanggung jawab dalam keadaan darurat, sekaligus memperkuat koordinasi antara nakhoda, perwira dan seluruh awak kapal.

Kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar tindakan penyelamatan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

Samsuddin menjelaskan keberadaan peralatan dan prosedur keselamatan harus diikuti kemampuan awak kapal untuk menggunakannya secara benar. Setiap awak perlu memahami lokasi penugasan, jalur komunikasi, serta tindakan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai daftar tugas keadaan darurat atau muster list.

"Dalam konteks kapal penumpang, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangani sumber bahaya, tetapi juga kemampuan memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan penumpang menuju lokasi aman," tegasnya.

Perhatian perlu diberikan kepada penumpang yang memerlukan bantuan, termasuk anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas dan penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

Lebih lanjut dia menegaskan dalam keadaan darurat, setiap awak harus mengetahui apa yang harus dilakukan, kepada siapa melapor dan bagaimana membantu penumpang.

"Karena itu, latihan harus menjadi sarana untuk menguji kesiapan nyata, menemukan kekurangan, dan memastikan perbaikannya ditindaklanjuti,” tambah Samsuddin.

Penguatan kesiapan awak kapal memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari manajemen perusahaan dan jajaran kapal. Pelatihan perlu diikuti evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan latihan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.