Arab Saudi Dukung Infantino di Tengah Krisis Rencana Investasi FIFA
📅 Jumat, 28 Agu 2026, 00:40 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraRIYADH — Arab Saudi, yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, menyatakan dukungan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino di tengah tekanan yang terus meningkat menyusul kegagalan proposal investasi kontroversial FIFA Forward Enterprise.
Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) melalui pernyataan resminya pada Kamis (27/8) menyambut pengakuan FIFA atas kesalahan yang terjadi, permintaan maaf organisasi tersebut, serta keputusan untuk membatalkan proposal yang menuai kontroversi.
SAFF sekaligus menyerukan dialog langsung di antara seluruh pemangku kepentingan sepak bola dunia guna memulihkan persatuan di tubuh olahraga tersebut.
“Pada saat ini, SAFF mendukung upaya berkelanjutan Presiden FIFA Gianni Infantino dan kepemimpinan FIFA untuk memulihkan persatuan di keluarga sepak bola serta terus mengembangkan olahraga ini demi kepentingan semua pihak,” demikian pernyataan SAFF.
Dukungan dari Arab Saudi memiliki arti penting mengingat semakin besarnya peran kerajaan tersebut dalam sepak bola dunia.
Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir semakin aktif dalam panggung sepak bola internasional. Public Investment Fund (PIF), lembaga investasi milik kerajaan, sebelumnya menjalin kemitraan dengan FIFA untuk Piala Dunia Antarklub 2025.
Arab Saudi juga menjadi salah satu pendukung resmi FIFA di kawasan Amerika Utara dan Asia untuk Piala Dunia tahun ini.
Keterlibatan tersebut memperlihatkan semakin eratnya hubungan antara Arab Saudi dan badan sepak bola dunia. “Dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia FIFA, telah terlihat apa yang dapat dicapai sepak bola ketika keluarga globalnya bekerja bersama,” kata SAFF.
Federasi tersebut juga memberikan apresiasi terhadap kontribusi Infantino dalam mengembangkan sepak bola dunia selama hampir satu dekade terakhir.
“Kontribusi Presiden FIFA dalam mengembangkan sepak bola di seluruh dunia selama hampir satu dekade juga harus diakui,” lanjut pernyataan tersebut.
Sikap Arab Saudi menjadi dukungan penting bagi Infantino ketika posisinya sebagai orang nomor satu FIFA tengah menghadapi salah satu tantangan politik terbesar sejak ia terpilih menggantikan Sepp Blatter pada 2016.
Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali sebagai Presiden FIFA pada Maret 2027. Namun, jalan menuju masa jabatan keempatnya kini menghadapi hambatan serius.
Kritik terhadap pria Swiss-Italia tersebut meningkat setelah FIFA mengajukan proposal untuk menjual 20 persen kepemilikan dalam sebuah badan komersial yang mengelola hak-hak komersial turnamen FIFA.
Rencana tersebut kemudian dibatalkan setelah mendapat penolakan luas. Kontroversi itu bahkan membuat sejumlah negara menarik dukungan terhadap pencalonan Infantino.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!