Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KKP Selamatkan 3 Anakan Buaya Langka 'Sinyulong' dari Tangan Pedagang di Mempawah

📅 Minggu, 30 Agu 2026, 22:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
KKP Selamatkan 3 Anakan Buaya Langka 'Sinyulong' dari Tangan Pedagang di Mempawah Doc: istimewa
Ket. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak bergerak cepat menyelamatkan tiga ekor anakan buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) dari kawasan permukiman nelayan di Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat

PONTIANAK – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak bergerak cepat menyelamatkan tiga ekor anakan buaya sinyulong (Tomistoma schlegelii) dari kawasan permukiman nelayan di Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjungan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.

Ketiga satwa langka yang oleh masyarakat lokal Dayak Kanayatn/Ahe disebut “Baringayong” tersebut, masing-masing berukuran sekitar 33 sentimeter. Penyelamatan bermula dari laporan masyarakat mengenai telur buaya yang menetas di sekitar permukiman nelayan dan adanya indikasi satwa tersebut akan diperdagangkan pada 20 Agustus 2026.

Merespons laporan tersebut, Tim Respon Cepat Balai PK Pontianak segera turun ke lapangan untuk melakukan konfirmasi dan pengumpulan bahan serta keterangan (pulbaket). Petugas memastikan proses evakuasi dan penanganan awal dilakukan dengan memperhatikan prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).

Berdasarkan evaluasi klinis awal secara daring bersama dokter hewan spesialis, drh. Rio, kondisi ketiga anakan buaya secara umum cukup baik. Namun, pada bagian ventral abdomen masih ditemukan sisa kantung kuning telur (yolk sac) yang berisiko memicu infeksi apabila tidak mendapatkan perawatan secara tepat.

Untuk mencegah komplikasi kesehatan, ketiga anakan buaya tersebut kini menjalani pemeliharaan dan inkubasi intensif di Tempat Penampungan Sementara Balai PK Pontianak. Perawatan dilakukan secara berkala hingga kondisi fisik dan organ luar satwa pulih serta dinyatakan stabil.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarief Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan temuan tersebut menjadi catatan penting bagi data sebaran buaya sinyulong di Kalimantan Barat. Keberadaan anakan yang baru menetas di kawasan Sungai Mempawah Hulu mengindikasikan bahwa wilayah tersebut merupakan habitat yang masih mendukung proses reproduksi spesies tersebut.

“Sebaran buaya sinyulong di Kalimantan Barat sebelumnya lebih banyak teridentifikasi di Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Ketapang. Temuan anakan yang baru menetas di wilayah Mempawah mengonfirmasi bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih mendukung keberadaan dan reproduksi spesies ini,” ujar Iwan dalam siaran resmi, Minggu (30/8).

Menurut Iwan, temuan tersebut sekaligus menjadi indikasi penting mengenai dinamika habitat buaya sinyulong di Kalimantan Barat. Perubahan kondisi lingkungan, seperti degradasi dan fragmentasi rawa gambut, perubahan debit sungai, serta ketersediaan pakan alami, perlu menjadi perhatian dalam upaya menjaga keberlangsungan habitat satwa tersebut.

Dengan tambahan tiga individu tersebut, total anakan buaya yang saat ini menjalani penanganan di Balai PK Pontianak menjadi empat ekor. Jumlah tersebut terdiri atas tiga anakan buaya sinyulong dan satu anakan buaya muara berukuran sekitar 38 sentimeter yang telah dievakuasi sebelumnya.

Sebagai langkah preventif, Balai PK Pontianak terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk melakukan pemantauan habitat sekaligus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. KKP mengimbau masyarakat agar tidak menangkap, memelihara, maupun memperjualbelikan buaya sinyulong karena merupakan satwa yang dilindungi. Spesies ini berstatus Endangered dalam IUCN Red List dan tercantum dalam Appendix I CITES.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...

AC Generasi Baru Hemat Energi hingga 41 Persen

15 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
AC Generasi Baru Hemat Ener...

Korut Tembakkan Proyektil Tak Dikenal ke Laut Timur

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Korut Tembakkan Proyektil T...
Luar Negeri
Serangan Drone Besar-Besara...
Advertisement
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.