Tokoh AI Dunia Peringatkan Umat Manusia Mulai Kehilangan Kendali atas AI
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres turut menyerukan pengamanan global untuk menghadapi perkembangan AI. Ia mengatakan dunia membutuhkan kesepahaman mengenai cara mengembangkan AI secara aman, terjamin, dan bertanggung jawab.
“Kita memerlukan pemahaman bersama mengenai cara memajukan pengembangan AI yang aman, terjamin, dan bertanggung jawab, sembari mengidentifikasi kapan sistem yang kian canggih ini mungkin memerlukan pengaman yang lebih ketat atau langkah tambahan untuk mengelola potensi risiko,” kata Guterres.
Menurut dia, pengelolaan AI membutuhkan kerja sama lintas negara karena teknologi tersebut dan risikonya tidak mengenal batas wilayah.
“Hal ini menuntut kerja sama internasional yang sungguh-sungguh serta upaya global yang terkoordinasi,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Guterres mengatakan dunia membutuhkan batas pengaman untuk membangun kepercayaan sekaligus memastikan AI tetap aman, transparan, dan akuntabel dengan menempatkan martabat manusia sebagai pusat.
“Kita memerlukan batas pengaman untuk membangun kepercayaan, serta menjadikan AI aman, transparan, dan akuntabel, dengan menempatkan martabat manusia sebagai pusatnya. Di saat dunia menghadapi tiga ancaman eksistensial, yakni AI yang tak terkendali, krisis iklim, dan kesenjangan yang kian mendalam hingga ke tingkat yang tak dapat ditoleransi, kerja sama internasional menjadi lebih penting daripada sebelumnya,” katanya.
Ia mengakui sebagian pihak menyerukan jeda sementara dalam pengembangan AI, sementara pihak lain mendorong penerapan batas pengaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!