Konser Dunia Digelar di RI, Kemenekraf Bidik Talenta Lokal Naik Kelas
📅 Jumat, 18 Sep 2026, 09:25 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penyelenggaraan konser internasional di Indonesia semakin menjadi bagian penting dari geliat industri pariwisata dan ekonomi kreatif.
Kehadiran musisi serta artis mancanegara tidak hanya menghadirkan hiburan bagi penonton, tetapi juga membuka dampak ekonomi yang lebih luas melalui pergerakan wisatawan, okupansi hotel, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha lokal.
Di tengah persaingan destinasi regional, penguatan ekosistem penyelenggaraan konser menjadi peluang bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak agenda hiburan berskala global sekaligus mengoptimalkan manfaat ekonominya.
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memandang penyelenggaraan konser internasional di Indonesia dinilai tidak hanya berdampak pada penjualan tiket dan aktivitas pertunjukan, tetapi juga membuka peluang bisnis sekaligus meningkatkan kapasitas pekerja dan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan keterlibatan talenta lokal dalam produksi berskala internasional dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan dan memperkenalkan pelaku ekraf Indonesia kepada standar industri global.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami ingin melihat konser internasional bukan hanya sebagai sebuah pertunjukan, tetapi sebagai bagian dari proses upskilling dan upscaling ekosistem ekraf,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (18/9).
Menurut dia, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh pekerja, vendor, kreator, desainer, musisi, hingga berbagai talenta pendukung produksi pertunjukan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam menggarap acara dengan standar internasional.
Pengalaman tersebut dinilai dapat meningkatkan profesionalisme dan daya saing pelaku ekraf nasional, sehingga mereka tidak hanya menjadi tenaga pendukung dalam satu pertunjukan, tetapi memiliki kapasitas untuk menggarap pasar pertunjukan yang lebih luas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Peluang itu hadir dalam penyelenggaraan konser YE Live in Jakarta 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Konser tersebut menjadi salah satu momentum bagi pelaku ekraf nasional untuk terlibat dalam produksi pertunjukan internasional sekaligus membangun jejaring dengan pelaku industri kreatif dari luar negeri.
Riefky mengatakan peluang tersebut juga perlu diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih panjang bagi pelaku ekraf di dalam negeri.
“Ini momentum emas atau golden moment untuk para pegiat, termasuk wirausaha kreatif naik kelas. Spirit-nya bukan hanya untuk yang hadir menonton, tetapi harus sampai keluar stadion,” katanya.
Ia menilai keterlibatan dalam produksi pertunjukan internasional dapat menjadi pintu masuk bagi wirausaha kreatif nasional untuk memperoleh pengalaman, membangun reputasi, dan memperluas peluang kolaborasi.
Potensi ekonomi juga datang dari kehadiran penonton mancanegara. Marketing & Communications Lead RVC Karen Tjahja mengatakan Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara dan Oseania yang masuk dalam tur YE tahun ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!