Sopir Lajuran Tewas dalam Mobil Terbakar di Habema, Polisi Selidiki Penghadangan
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 10:50 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya, Batalyon B Satbrimobda Papua, dan Satgas Koops TNI Habema menindaklanjuti dugaan pembunuhan terhadap seorang sopir angkutan lajuran berinisial AS (41). Korban ditemukan dalam kendaraan yang terbakar di kawasan Jalan Poros Habema KM 32, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (16/9/2026).
Peristiwa tersebut bermula ketika AS berangkat dari Ilekma menuju Mbua dengan membawa bahan kebutuhan pokok dan sembilan orang penumpang. Sekitar pukul 08.30 WIT pada Selasa (15/9), rombongan tersebut diduga dihadang oleh kelompok bersenjata di kawasan Habema.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo mengatakan laporan awal diterima dari masyarakat yang merupakan penumpang angkutan lajuran. Setelah menerima informasi tersebut, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi hingga malam hari.
"Pada malam hari kita lakukan penyisiran. Namun karena kabut tebal, kita belum menemukan posisi dari kendaraan tersebut. Yang kita temukan hanya sisa-sisa barang milik para penumpang yang tertinggal," ujar Yusuf.
Penyisiran kemudian dilanjutkan pada Rabu (16/9) pagi oleh Satgas Koops TNI Habema. Tim menemukan kendaraan yang dilaporkan berada di bibir jurang dengan kedalaman sekitar 13 meter dari bahu jalan dalam kondisi hangus terbakar.
Di dalam kendaraan tersebut, petugas juga menemukan korban dalam kondisi hangus terbakar. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya dan Batalyon B Satbrimobda Papua kemudian langsung melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara serta olah tempat kejadian perkara.
Pengamanan di sekitar lokasi dilakukan dengan dukungan personel Satgas Koops TNI Habema. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga perimeter lokasi selama proses pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti.
"Pada saat olah TKP, ditemukan jenazah korban dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bagian tubuh korban mengalami karbonisasi. Selain itu, ditemukan satu butir selongsong amunisi laras panjang kaliber 5,56 milimeter serta satu buah tas yang berisi identitas korban," jelas Yusuf.
Setelah proses olah tempat kejadian perkara selesai, jenazah AS dievakuasi ke RSUD Wamena. Pemeriksaan visum luar dilakukan oleh dokter dan tenaga medis sebelum jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
"Selanjutnya kami melakukan langkah-langkah penyelidikan dan proses identifikasi untuk mengetahui pelaku dalam kejadian ini," kata Yusuf.
Polisi masih mendalami informasi mengenai pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut. Salah satu informasi yang sedang diverifikasi mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang disebut berada di sekitar lokasi kejadian.
"Memang ada informasi yang mengarah kepada kelompok Kodap III Ndugama yang berada di sekitar lokasi, namun informasi tersebut masih harus kami dalami dan verifikasi lebih lanjut," ujar Yusuf.
Satgas juga mengimbau masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayawijaya, untuk berhati-hati ketika melakukan aktivitas maupun perjalanan. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, termasuk klaim yang disampaikan oleh kelompok kriminal bersenjata.
Terkait informasi yang menyebut AS merupakan anggota intelijen aparat keamanan, Yusuf menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan korban merupakan seorang sopir yang telah bekerja di jalur tersebut selama sekitar 13 tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!