Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Imbas Tarif Trump, Harga iPhone Bakal Meroket Lebih dari Tiga Kali Lipat

📅 Senin, 07 Apr 2025, 14:40 WIB | Oleh:
Imbas Tarif Trump, Harga iPhone Bakal Meroket Lebih dari Tiga Kali Lipat Doc: Daily mail

Harga iPhone diperkirakan meroket tajam menyusul kebijakan tarif besar-besaran yang diumumkan Presiden AS Donald Trump dalam kebijakan bertajuk “Hari Pembebasan”.

Analis memperingatkan bahwa konsumen dapat menghadapi harga iPhone 16 Pro 256GB hingga $3.500, lebih dari tiga kali lipat harga saat ini.

Trump memberlakukan tarif 54 persen pada barang impor dari Tiongkok, termasuk komponen dan produk jadi seperti iPhone, sebagai bagian dari langkah memperkuat industri manufaktur dalam negeri.

Namun, para analis menyebut kebijakan ini justru akan membebani konsumen, karena biaya produksi iPhone—yang sebagian besar dilakukan di Tiongkok—akan melonjak dari $580 menjadi $850.

Menurut Wayne Lam dari TechInsights, biaya perakitan iPhone di AS bisa sepuluh kali lebih mahal dibandingkan dengan produksi di Tiongkok. Apple, yang selama ini mengandalkan rantai pasok global, diprediksi tidak memiliki cara ekonomis untuk merelokasi proses produksinya ke Amerika Serikat tanpa memicu lonjakan harga besar-besaran.

Apple menolak memberikan komentar resmi atas laporan ini. Namun analis dari Wedbush Securities, Dan Ives, menyebut bahwa tarif baru akan berdampak langsung pada harga konsumen, dengan skenario terburuk menyebut harga iPhone bisa naik ke kisaran $3.500.

Kebijakan Trump juga memicu respons cepat dari Tiongkok. Presiden Xi Jinping mengumumkan tarif tambahan 34% untuk seluruh barang impor dari AS, sebagai balasan langsung terhadap kebijakan AS.

Kedua negara kini terlibat dalam tarik-menarik tarif, dengan risiko memicu eskalasi perang dagang lebih lanjut. Craig Singleton, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies, mengatakan situasi ini berpotensi memburuk karena kedua belah pihak enggan mengalah dan menjaga “muka politik” masing-masing.

Tarif Trump secara keseluruhan akan berdampak pada lebih dari 90 negara, dengan tingkat tarif berbeda yang dihitung berdasarkan defisit perdagangan bilateral AS dengan negara-negara tersebut. Langkah ini, menurut Gedung Putih, bertujuan untuk membuat Amerika Serikat “kaya lagi.”

Namun, para ekonom dan analis teknologi memperingatkan bahwa strategi ini dapat menghancurkan stabilitas rantai pasok global, membuat produk konsumen makin mahal, dan pada akhirnya membebani rakyat Amerika sendiri.

Kebijakan tarif Trump, meskipun diklaim untuk menghidupkan kembali manufaktur dalam negeri, tampaknya berdampak negatif langsung terhadap konsumen. Dengan Apple berada di persimpangan sulit antara produksi global dan tekanan nasionalisme ekonomi, pertanyaannya kini bukan hanya apakah harga iPhone akan naik tetapi seberapa besar konsumen bersedia membayar “harga politik” tersebut.

Kalau kebijakan ini terus berlanjut, kita mungkin akan melihat masa depan di mana iPhone kembali menjadi barang mewah kelas atas bukan lagi perangkat mainstream seperti sekarang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.