IHSG Hari Ini Menguat Seiring Kenaikan Suku Bunga The Fed
📅 Kamis, 17 Sep 2026, 10:21 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (17/9) dibuka menguat 18,18 poin atau 0,28 persen ke posisi 6.455,03. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,97 poin atau 0,46 persen ke posisi 649,93.
IHSG hari ini diprediksi bergerak menguat seiring kenaikan suku bunga acuan The Fed sudah di-priced in (dilakukan penyesuaian harga terlebih dahulu) oleh pelaku pasar.
"Apabila IHSG gagal bertahan di atas 6.430-6.377, tekanan koreksi berpotensi berlanjut menuju 6.290. Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus 6.451–6.516, dilanjutkan 6.537–6.552 sebagai resistance terdekat sebelum menguji area 6.723,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (17/9).
Dari mancanegara, sesuai ekspektasi pelaku pasar, bank sentral Amerika Serikat (AS) resmi menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4,00 persen dari sebelumnya 3,50-3,75 persen.
Median suku bunga The Fed akan berada sekitar 4,1 persen pada akhir 2026 dalam proyeksi ekonomi terbaru, sementara setidaknya 12 anggota FOMC The Fed memperkirakan masih terdapat satu kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Ketua The Fed, Kevin Warsh menegaskan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama dan kembali menekankan pendekatan berbasis data dibandingkan forward guidance.
“Sentimen pasar cenderung negatif karena investor mulai memperhitungkan kemungkinan berlanjutnya pengetatan moneter AS,” ujar Liza.
Sementara itu, risiko geopolitik masih terpusat di kawasan Timur Tengah, terutama terkait potensi gangguan terhadap pasokan dan jalur distribusi minyak.
East-West Pipeline Arab Saudi sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan drone dari kelompok Houthi yang didukung Iran, sementara konflik juga meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran Bab el-Mandeb.
"Namun, kekhawatiran pasokan mulai mereda setelah Arab Saudi dilaporkan menawarkan tambahan volume minyak kepada kilang Asia dan berupaya memulihkan kapasitas pipelinenya secara bertahap," ujar Liza.
Seiring dengan itu, harga komoditas energi mulai mengalami koreksi setelah sebelumnya melonjak akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah. Harga minyak Brent turun 3,02 persen ke sekitar 105,46 dolar AS per barel, sementara WTI turun 3,71 persen ke sekitar 102 dolar AS per barel.
Dari dalam negeri, Fitch mempertahankan rating Indonesia Investment Authority (INA) pada BBB dengan negative outlook, setara dengan sovereign Indonesia, serta AAA (idn) dengan Stable Outlook untuk skala nasional.
Fitch menilai dukungan pemerintah terhadap INA “Virtually Certain” dengan Support Score 45/60, yang mencerminkan kuatnya keterkaitan operasional dan keuangan INA dengan pemerintah. Negative Outlook mengikuti prospek sovereign Indonesia, sementara rating nasional tetap stabil.
Sementara itu, Indonesia dan Tiongkok memperkuat kerja sama investasi melalui Two Countries Twin Parks (TCTP) dengan fokus pada pengembangan kawasan industri, integrasi rantai pasok, transfer teknologi, dan peningkatan nilai tambah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!