Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengukur Risiko dan Kesiapan dalam Menghadapi Bencana Geologi

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan terdapat indikasi bencana likuifaksi di wilayah Waekokak usai terjadi gempa di Flores. Bisa dijelaskan?

Indikasi tersebut berupa adanya mata air yang keluar beberapa saat usai gempa terjadi. Jenis likuifaksi berupa semburan air berpasir atau lumpur. Dampak yang ditimbulkan dari likuifaksi ini adalah kerusakan tanah, pondasi yang relatif rendah hingga sedang. Likuifaksi yang terjadi tidak seperti di Palu.

Likuifaksi ini masih dalam kategori relatif aman dan bukan seperti kasus likuifaksi tipe Palu yang dapat mengalir jauh. Kami masih perlu memastikan dengan identifikasi lapangan untuk memastikan apakah likuifaksi atau bukan.

Apa imbauan Badan Geologi kepada masyarakat pascagempa ini?

Kami meminta masyarakat tetap tenang dan waspada, mengikuti arahan BPBD setempat, memeriksa kondisi bangunan, serta mematuhi rambu dan jalur evakuasi.

Masyarakat juga diminta untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa bumi dan tsunami. Kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan tetap perlu dijaga. Sementara itu, warga diimbau menghindari area tebing yang berpotensi mengalami pergerakan tanah, terutama saat kondisi hujan.

20260910224637_Screenshot-2026-09-10-224523.jpg

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Lamine Yamal Jadi Kapten Termuda Barcelona di Usia 19 Tahun

48 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Lamine Yamal Jadi Kapten Te...
Luar Negeri
Bukan Arab Saudi? Trump Seb...
Ekonomi
Investasi RI Tak Efisien: M...
Nasional
KPK Usut Mobil Mewah untuk ...
Advertisement
Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

Benarkah Ada Sesar Aktif di Surabaya? Ini Penjelasan Pakar Geologi ITS

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.