Mengukur Risiko dan Kesiapan dalam Menghadapi Bencana Geologi
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiSetelah episode erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi tipe strombolian dengan warna kolom erupsi hitam. Kembalinya erupsi strombolian yang merupakan karakteristik khas Gunung Anak Krakatau, untuk sementara kami intepretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus yang cukup panjang tersebut.
Bagaimana dengan aktivitas kegempaan saat ini? Apakah sudah turun?
Belum. Meski episode erupsi menerus telah berakhir, pemantauan instrumental pada periode 6-7 September 2026 masih merekam dinamika kegempaan yang tinggi. Tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid/ fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal. Tingginya frekuensi gempa hybrid dan low frequency ini menunjukkan masih adanya pergerakan fluida dan tekanan di dalam tubuh gunung.
Dengan data tersebut, bagaimana status Gunung Anak Krakatau saat ini?
Tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III atau Siaga. Dengan masih tingginya kegempaan dan potensi erupsi strombolian, maka kemungkinan terjadinya letusan dalam beberapa periode ke depan masih tinggi.
Apa saja potensi bahaya yang paling mungkin terjadi saat ini?
Potensi bahaya utama berupa lontaran batu pijar dan hujan abu lebat di sekitar kawah. Selain itu ada juga potensi aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Untuk masyarakat di wilayah pesisir, kami imbau tidak perlu khawatir berlebihan, tetapi tetap waspada.

DOK ESDM
Apa imbauan Badan Geologi kepada masyarakat, wisatawan, dan nelayan?
Kami mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekat atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas gunung api. Bagi masyarakat yang terdampak abu vulkanik, kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau menggunakan masker guna menghindari gangguan pernapasan.
Khusus untuk masyarakat di wilayah pesisir Banten dan Lampung, kami minta untuk tetap tenang dan tidak mempercayai isu-isu hoaks terkait erupsi yang dikaitkan dengan potensi tsunami. Warga diminta beraktivitas normal sambil terus mengikuti arahan BPBD setempat.
Bagaimana mekanisme pemantauan yang dilakukan Badan Geologi terhadap Anak Krakatau?
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG terus melakukan pemantauan 24 jam. Pemantauan khusus terhadap Gunung Anak Krakatau dilakukan melalui dua pos pengamatan, yakni Pos Pengamatan Pasauran di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, serta Pos Pengamatan Kalianda di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Data dari seismograf, tiltmeter, dan kamera CCTV kami pantau secara real time.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!