Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sedikit Lagi 7.000 Kasus, Ledakan Ebola di Kongo Belum Terbendung

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 01:17 WIB | Oleh:
Sedikit Lagi 7.000 Kasus, Ledakan Ebola di Kongo Belum Terbendung Doc: AFP

MOSKOW - Jumlah kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo kini telah mencapai 6.757 kasus, dengan 3.267 kematian, sejak awal wabah, kata Institut Nasional Kesehatan Masyarakat RD Kongo (INSP) pada Rabu (9/9).

"Dalam 24 jam terakhir, tercatat 71 kasus baru dan 41 kematian, sehingga totalnya menjadi 6.757 kasus dan 3.267 kematian sejak awal wabah," lapor harian INSP.

Pada Rabu (9/9), jaringan radio Kongo, Radio Okapi, melaporkan bahwa Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Afrika (CDC Afrika) telah menerima dana bantuan sebesar 106 juta dolar AS (sekitar Rp1,85 triliun) dari Inggris untuk memperkuat penanggulangan wabah Ebola di RD Kongo dan kawasan sekitarnya.

Dukungan ini dimaksudkan untuk membantu mendanai operasi lapangan di RD Kongo dan Uganda untuk menekan penularan virus Ebola.

Hingga kini, baik vaksin maupun pengobatan untuk jenis baru Ebola Bundibugyo belum memiliki izin resmi. Namun, data laboratorium menunjukkan vaksin Ebola Ervebo, yang dikirim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ke Kongo, mungkin dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit tersebut.

Pada 20 Agustus lalu, WHO melaporkan telah mengirim 70 ribu dosis vaksin Ervebo ke Kongo. Vaksin tersebut untuk melindungi tenaga kesehatan dan keperluan uji klinis. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Nasional
Reformasi Pemilu Jadi Kunci...
Nasional
Kerugian Iklim Melonjak, RU...
Olahraga
Indonesia Berharap Bisa Mer...
Nasional
Mendag Dorong UMKM Tembus P...
Megapolitan
KAI Services Dukung Penataa...
Luar Negeri
Wabah Campak di Bangladesh ...
Advertisement
Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

Menkeu Ungkap Data Ekonomi Bulan Agustus Sinyal Postif untuk Perekonomian

10 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.