Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala Eksekutif Pengawas BMKS Targetkan Indonesia Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis Dunia

📅 Kamis, 10 Sep 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Kepala Eksekutif Pengawas BMKS Targetkan Indonesia Jadi Penentu Harga Komoditas Strategis Dunia Doc: RRI/Zahrotin Aljannah
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito

JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito, menargetkan Indonesia menjadi penentu harga komoditas strategis dunia. Target tersebut akan ditempuh melalui pembentukan bursa komoditas nasional yang mampu menjadi referensi harga.

Sarjito menilai Indonesia selama ini memiliki posisi kuat sebagai salah satu penghasil mineral terbesar dunia. Namun, Indonesia belum memiliki kemampuan menentukan harga komoditas karena masih mengacu pada harga yang ditetapkan pihak lain.

"Kita itu sebagai penghasil, contoh nikel terbesar di dunia, tetapi kita tidak pernah bisa menentukan harganya. Harganya ditentukan oleh pihak-pihak lain, dan itu ironi," ujar Sarjito usai dilantik sebagai Kepala Eksekutif Pengawas BMKS OJK di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (9/9).

Menurut Sarjito, keberadaan bursa komoditas nasional menjadi langkah untuk mengubah posisi Indonesia dalam pembentukan harga. Perubahan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga Indonesia mampu memiliki kapasitas sebagai pembentuk harga.

"Paling tidak untuk awal tidak lagi menjadi price taker tapi bisa menjadi price influencer dan menjadi bursa reference. Dan at the end kita tentu harus sanggup dan mampu confident untuk menjadi price maker," katanya.

Sarjito mengatakan pembentukan bursa komoditas juga berkaitan dengan penguatan pengawasan terhadap transaksi komoditas nasional. Pencatatan transaksi melalui bursa dinilai dapat membantu pemerintah memantau harga dan volume perdagangan secara lebih transparan.

Menurut diaa, sistem tersebut juga dapat memperkuat pengawasan terhadap potensi praktik transfer pricing dan under-invoicing. Pengawasan mencakup aspek harga maupun volume transaksi komoditas yang diperdagangkan.

"Sehingga di dalam banyak kesempatan juga isu mengenai transfer pricing, under-invoicing, baik harga dan volume bisa kita kontrol dengan baik. Sehingga pada akhirnya, semua transaksi akan menjadi referensinya di dalam bursa," kata dia.

Sarjito berharap mekanisme bursa komoditas nasional dapat membuat nilai transaksi Indonesia tercatat secara lebih optimal. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari perdagangan komoditas strategis diharapkan semakin besar bagi negara dan masyarakat.

"Insyaallah negara kita menjadi makmur, not only beberapa pihak, tetapi adalah rakyat Indonesia. Karena tentu saja, devisa dan juga pajak akan masuk secara proporsional dan profesional," ucap Sarjito. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Olahraga
Tekad Tim Kuadran Putri Men...
Nasional
Optimalkan Talenta Indonesi...
Advertisement
Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas

Yenny Wahid Harap 4 Atlet Panjat Tebing Indonesia Lolos Final Speed Borong Emas

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.