Optimalkan Talenta Indonesia, Jejaring Alumni Perlu Diperkuat
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 21:40 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasJAKARTA — Indonesia perlu memperkuat jejaring dan kolaborasi alumni untuk mengoptimalkan talenta yang telah dimiliki. Ribuan alumni penerima beasiswa pemerintah maupun lembaga internasional memiliki kompetensi, pengalaman, dan jejaring yang berpotensi mendukung pembangunan, tetapi kontribusinya belum sepenuhnya terhubung dengan kebutuhan di berbagai sektor.
Kondisi tersebut menjadi perhatian di tengah posisi Indonesia dalam Global Talent Competitiveness Index (GTCI) 2025 yang berada di peringkat 80 dari 135 negara, turun dari peringkat 65 pada 2020.
Untuk memperkuat daya saing talenta, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu diikuti dengan kesempatan untuk menerapkan keahlian mereka. Namun, yang menjadi tantangan adalah bagaimana kompetensi dan jejaring yang sudah terbentuk dapat dimanfaatkan secara lebih terarah.
Survei Katadata Insight Center terhadap 1.000 alumni pendidikan tinggi menunjukkan 87,5% responden pernah terlibat dalam kegiatan pengabdian dalam lima tahun terakhir. Namun, keterlibatan tersebut masih banyak bersifat sesekali.
Hanya 28,7% responden yang terlibat secara aktif dan berkelanjutan, sedangkan 38,5% mengaku hanya terlibat sesekali.
Persoalan ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) 2 bertajuk “Mengorkestrasi Talenta Global untuk Pembangunan Berdampak melalui Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa dan Kolaborasi Strategis”.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) Indonesia, Yayasan Bicara Data Indonesia (YBDI), dan Katadata Insight Center di Jakarta, Rabu (30/9).
Executive Board Yayasan Bicara Data Indonesia, Yenny Bachtiar, mengatakan alumni merupakan salah satu aset penting yang dapat mendukung pembangunan karena memiliki pengalaman akademik dan profesional serta jejaring yang luas.
“Talenta unggul penting, tetapi bagaimana investasi besar dalam pendidikan dan pengembangan talenta ini bisa menjadi kapasitas produktif, penguatan institusi, serta kontribusi nyata bagi pembangunan, baik nasional maupun daerah. Hal ini menjadi tantangan yang perlu kita jawab bersama,” ujar Yenny dalam sambutannya.
Menurut Yenny, masih terdapat kesenjangan antara talenta yang tersedia dan ruang kontribusi yang dapat diakses. Rekam jejak dan jejaring alumni juga belum terpetakan secara sistematis sehingga potensi yang ada belum mudah dipertemukan dengan kebutuhan pembangunan.Plt Asisten Deputi Riset Teknologi dan Kemitraan Industri Kemenko PMK, Ahmad Saufi mengatakan bahwa kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
“Angka-angka ini menjadi cermin bagi kita untuk bekerja lebih keras. Tantangannya bukan lagi sekadar memproduksi talenta, melainkan bagaimana mengelola pengetahuan dan memfasilitasi pergeseran paradigma dari brain drain menuju brain gain dan kemudian brain circulation,” kata Ahmad Saufi.
Diskusi yang dihadiri sejumlah lembaga pemerintah, perguruan tinggi, CSO dan organisasi alumni tersebut menyoroti berbagai kendala dalam mengoptimalkan kontribusi alumni. Salah satunya adalah data alumni yang masih tersebar di berbagai institusi dan belum terintegrasi.
Karena itu, data alumni dinilai perlu dikembangkan dengan turut memuat informasi mengenai bidang studi, keahlian, pengalaman, lokasi, serta minat kontribusi. Dengan data tersebut, alumni dapat lebih mudah dipertemukan dengan kebutuhan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun program pembangunan.
Peserta diskusi juga mendorong perubahan pola keterlibatan alumni dari kegiatan yang bersifat satu kali menjadi jejaring yang berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!