Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

103,65 Kg Sirip Hiu Kering Dikirim dari Ambon ke Manado, BKHIT Maluku Lakukan Pengawasan.

📅 Rabu, 30 Sep 2026, 21:05 WIB | Oleh:
103,65 Kg Sirip Hiu Kering Dikirim dari Ambon ke Manado, BKHIT Maluku Lakukan Pengawasan. Doc: Antara Foto
Ket. Komoditas sirip hiu kering yang siap dikirimkan ke Manado Sulawesi Utara Rabu (30/9).

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku mengawasi pengiriman 103,65 kilogram sirip hiu kering dari Ambon menuju Manado, Sulawesi Utara, untuk memastikan kesesuaian jenis, jumlah, dan persyaratan karantina.

Kepala BKHIT Maluku Willy Indra Yunan di Ambon, Rabu, mengatakan pengawasan dilakukan melalui pemeriksaan fisik terhadap sirip hiu yang dikemas dalam dua karton sebelum dikirim menggunakan transportasi laut.

"Petugas melakukan pemeriksaan secara langsung untuk memastikan jenis dan jumlah produk yang dikirim sesuai dengan dokumen serta memenuhi persyaratan karantina," katanya.

Ia menjelaskan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari pengawasan lalu lintas media pembawa produk perikanan antarpulau dari Maluku.

Dalam pemeriksaan, petugas membuka kemasan dan mencocokkan produk dengan keterangan dalam dokumen pengiriman, termasuk memeriksa kondisi fisik, jumlah, dan berat sirip hiu.

"Pengawasan ini penting untuk memastikan produk yang dilalulintaskan sesuai dengan dokumen dan ketentuan karantina, sehingga keamanan produk hayati tetap terjaga," ujarnya.

Willy mengatakan setiap produk perikanan yang dikirim keluar daerah perlu dipastikan kesesuaiannya agar lalu lintas komoditas berlangsung tertib dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

BKHIT Maluku terus mengawasi lalu lintas komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya hama penyakit serta memastikan produk hayati yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan.

Ia mengimbau pelaku usaha memperhatikan kesehatan dan kualitas produk sebelum dilalulintaskan antarwilayah maupun ke dalam dan luar negeri untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat menyerang hewan, ikan, tumbuhan, dan manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
Megapolitan
Polda Metro Jaya Perketat P...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.