Sisa Pangan Indonesia Capai 48 Juta Ton, Bapanas Dorong Gerakan Selamatkan Pangan
📅 Rabu, 09 Sep 2026, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng pemerintah daerah untuk mempercepat pengurangan sisa pangan 3-5 persen setiap tahun melalui Gerakan Selamatkan Pangan guna memperkuat ketersediaan pangan nasional.
Direktur Ketersediaan Pangan Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan pemerintah melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 menargetkan pengurangan sisa pangan sekitar 3-5 persen setiap tahun.
"Kalau setiap tahun kita bisa menurunkan 5 persen, mudah-mudahan itu juga bisa menambah ketersediaan pangan kita," kata Maino dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9).
Dia menyampaikan hal itu saat Deklarasi dan Penandatanganan Pakta Integritas Gerakan Selamatkan Pangan bertajuk Karawang Aman (Aksi Masyarakat Anti Boros Pangan) di Lapangan Karangpawitan, Karawang, Jawa Barat.
Bapanas mengapresiasi upaya mengurangi sisa pangan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Karawang menjadi kabupaten ke-58 dari 514 kabupaten/kota di Indonesia yang menetapkan gerakan selamatkan pangan, sebuah langkah yang dinilai dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong daerah lain melakukan hal serupa.
Menurutnya kepedulian pemerintah daerah menjadi kunci untuk memperluas gerakan selamatkan sisa pangan. Sisa pangan yang masih layak dikonsumsi perlu diselamatkan dan dimanfaatkan secara optimal.
"Dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, Karawang adalah yang ke-58 yang menetapkan gerakan selamatkan pangan. Ini mungkin perjuangan kita bersama," ucap Maino.
Menurut Maino, langkah tersebut penting untuk terus diperluas. Saat ini baru 17 dari 38 provinsi yang telah membuat komitmen gerakan selamatkan pangan dalam bentuk instruksi/surat edaran kepala daerah.
Ia berharap komitmen Kabupaten Karawang dapat menjadi contoh yang mendorong semakin banyak daerah bergerak bersama.
"Kami berharap ini bisa menular ke kabupaten/kota lainnya. Kita tidak hanya bicara sisa pangan, tetapi bagaimana menyelamatkan pangan yang sebenarnya masih bisa bermanfaat," ujarnya.
Urgensi gerakan tersebut terlihat dari besarnya sisa pangan yang dihasilkan. Kajian Bappenas tahun 2021 menyebutkan susut dan sisa pangan di Indonesia mencapai 23 juta hingga 48 juta ton per tahun.
"Jika dapat dimanfaatkan secara optimal, jumlah tersebut secara teoritis mampu memberi makan sekitar 61-125 juta orang per tahun," tegasnya.
Potensi tersebut menunjukkan bahwa pengurangan sisa pangan bukan hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!