Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur DKI Minta Warga Terapkan 5M Setelah Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta

📅 Minggu, 06 Sep 2026, 18:30 WIB | Oleh:
Gubernur DKI Minta Warga Terapkan 5M Setelah Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar ke Jakarta Doc: Instagram/@pram.doel
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

JAKARTA - Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga wilayah Jakarta dan sejumlah daerah lainnya. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta masyarakat tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan.

"Khususnya kepada masyarakat Jakarta, saya menghimbau untuk tetap tenang dan waspada. Saat ini, Gunung Anak Rakatau berada pada level 3 atau siaga. Saat ini, abu vulkanik Anak Krakatau telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk di antaranya di Jakarta," kata Gubernur Pramono dalam video yang diunggah melalui akun Instagramnya, Minggu (6/9).

Gubernur Pramono meminta warga yang wilayah tempat tinggalnya terdampak abu vulkanik menerapkan langkah pencegahan melalui 5M. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan serta membasahi abu sebelum membersihkannya.

"Bila wilayahnya mulai terdampak abu vulkanik, lakukan 5M. Memakai masker, menutup pintu, jendela, serta sumber air, membatasi aktivitas di luar ruangan, membersihkan abu dengan membasahi terlebih dahulu," ujar dia.

Gubernur Pramono juga meminta masyarakat terus mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi pemerintah. Ia mengingatkan warga tidak menyebarluaskan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Sebelumnya, BMKG melaporkan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah mencapai sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 04.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB. Teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," kata BMKG dalam situs resminya.

Klaster pertama terpantau bergerak menuju wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat dengan ketinggian sebaran mencapai 20 ribu kaki. Abu vulkanik tersebut bergerak dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu kaki menuju arah timur laut hingga selatan.

Sementara klaster kedua terpantau hingga ketinggian 50 ribu kaki dan bergerak menuju arah barat daya hingga barat laut. Sebaran ini mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Mengharap Final Leo/Daniel-Fajar/Fikri, Mungkinkah?  

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Mengharap Final Leo/Daniel-...
Luar Negeri
Bill Gates Peringatkan AI T...
Advertisement
Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

Optimalkan Kapasitas Kapal dan Pembagian Muatan, ASDP Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

27 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.