Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NTB Pamerkan Tenun Pewarna Alami, Muna Pa'a Dompu di Kriyanusa 2026

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 17:25 WIB | Oleh:
NTB Pamerkan Tenun Pewarna Alami, Muna Pa'a Dompu di Kriyanusa 2026 Doc: antara foto
Ket. Kain tenun Muna Pa'a Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB)

MATARAM - Kain tenun Muna Pa'a Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang menggunakan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan dipamerkan dalam ajang Kriya Nusa yang dihadiri lebih dari 400 peserta Dekranasda se-Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC).

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Sinta M. Iqbal mengapresiasi capaian tersebut. Keberhasilan Dompu menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan kolaboratif mampu melahirkan produk kerajinan yang memiliki nilai tambah sekaligus mengangkat potensi lokal.

"Hari ini Dompu sudah menepati janjinya. Setelah dua kali dari Dekranasda NTB bekerja sama dengan teman-teman Dekranasda Kabupaten Dompu melakukan pembinaan untuk bisa mengeluarkan Muna Pa'a dan pewarnaan alamnya, sesuai janji, Kriya Nusa akan menjadi momentum pertama diluncurkan," ujarnya melalui keterangan di Mataram, Minggu (27/9).

Ia mengatakan, selama satu tahun terakhir Dekranasda NTB memberikan perhatian terhadap pengembangan Muna Pa'a Dompu, khususnya melalui inovasi penggunaan pewarna alam. Hasil pembinaan tersebut kini menjadi momentum penting bagi para perajin untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

"Teman-teman di Dompu, keren banget. Ini yang sudah diharapkan. Jadi setahun ini full kita banyak fokus di Muna Pa'a-nya Dompu dan ini adalah momen gong-nya," kata Sinta.

Sinta menegaskan, keberhasilan Dompu juga dapat menjadi inspirasi bagi kabupaten/kota lainnya di NTB untuk terus mengembangkan produk kerajinan unggulan daerah masing-masing.

"Tidak ada yang tidak mungkin. Dulu Dompu tidak punya Muna Pa'a dengan sistem pewarnaan alam. Sekarang sudah punya, sudah siap dipasarkan dan kita bawa lebih nasional lagi," tuturnya.

Pengembangan Muna Pa'a tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Proses pelatihan dan pengembangan dilakukan melalui Dekranasda serta SMK Kreatif We Save Dompu. Para siswa turut terlibat dalam proses pengolahan benang menggunakan pewarna alam, sementara proses penenunan dilakukan oleh para perajin di Kabupaten Dompu.

"Ini sistem kolaborasi yang sudah dilakukan oleh teman-teman di Kabupaten Dompu. Pelatihan dilakukan di Dekranasda dan juga di SMK Wicaksana Dompu. Sekarang penenunannya dilakukan oleh para perajin. Benang yang diwarnai dengan pewarnaan alam dikerjakan oleh adik-adik SMK," terang Sinta.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, Dekranasda, perajin, dan lembaga pendidikan menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan regenerasi perajin sekaligus meningkatkan kualitas produk kerajinan daerah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam proses pengembangan tersebut. Ia berharap Muna Pa'a dengan pewarnaan alam dapat terus dikembangkan sehingga tidak hanya menjadi produk kerajinan khas Dompu, tetapi juga mampu menembus pasar nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Megapolitan
BPBD: 253 Unit Rumah Rusak ...
Nasional
Menko PM Ungkap Sekolah Rak...

BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BMKG Prediksi Hujan Guyur S...
Luar Negeri
Irak Kembali Buka Jalur Uda...

WN Malaysia Diminta Tunda Traveling ke Prancis di Tengah Demonstrasi

44 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
WN Malaysia Diminta Tunda T...
Advertisement
Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah. Prancis di Ambang Kehancuran?

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.