Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebut Hutan Papua 'The Last Warrior' Indonesia, Kemenhut Peringatkan Bahaya Penggundulan di Papua Pegunungan

📅 Minggu, 27 Sep 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Sebut Hutan Papua 'The Last Warrior' Indonesia, Kemenhut Peringatkan Bahaya Penggundulan di Papua Pegunungan Doc: ANTARA/Yudhi Efendi
Ket. Dewan Penasehat Ahli Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Kemenhut RI Ruanda Agung Sigardiman diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

WAMENA - Kementerian Kehutanan (kemenhut) mengajak pemerintah daerah di Provinsi Papua Pegunungan untuk menggalakkan aksi penanaman pohon guna menjaga kelestarian ekosistem hutan yang kian tergerus akibat alih fungsi lahan perkantoran dan pemukiman. 

Dewan Penasehat Ahli Indonesia’s Folu Net Sink 2030 Kemenhut Ruanda Agung Sigardiman dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan menanam pohon sebagai baik dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan terutama di Indonesia.

“Penyerahan tanaman atau pohon secara simbolis itu bertujuan mendorong pemerintah daerah di Papua Pegunungan untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, semakin banyak pohon yang ditanam maka hutan akan semakin baik serta menambah tutupan-tutupan hutan di Papua Pegunungan,” katanya, Minggu (27/9).

Sesuai laporan Gubernur Papua Pegunungan John Tabo, kata dia, kawasan hutan di Papua Pegunungan sudah diubah fungsi untuk membangun kawasan perkantoran, permukiman warga sehingga banyak hutan yang telah digunduli.

“Oleh sebab itu melalui program Indonesia’s Folu Net Sink 2030 salah satu kegiatan utamanya untuk menambah tutupan hutan atau memperbanyak kayu atau pohon supaya kawasan hutan di Papua Pegunungan ini tetap terjaga baik,” ujarnya.

Dia mengakui hutan di Papua Pegunungan menjadi salah satu “benteng” dalam menyukseskan program penurunan gas karbon emisi rumah kaca.

“Papua Pegunungan dan Pulau Papua secara umum manfaatnya dalam penurunan gas karbon emisi rumah kaca sangat besar. Kalau saya bilang hutan Papua secara keseluruhan adalah the last warrior bagi stok karbon Indonesia karena tutupan hutannya masih di atas 70 persen,” katanya.

Dia menambahkan di Pulau Jawa yang padat penduduk atau 60 persen penduduk Indonesia berada di Pulau Jawa tutupan hutan menyisakan 18 persen.

“Dengan kondisi seperti ini produksi oksigen di Pulau Jawa itu sangat kurang untuk jumlah penduduk yang begitu banyak. Kalimantan sudah mulai berkurang, Sumatera karena sering terjadi kebakaran menyebabkan tutupan hutannya pun mulai berkurang, maka Papua menjadi harapan Indonesia untuk tetap menjaga tutupan hutannya,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

Kerusuhan Pecah di Milan, Toko-toko Dijarah Massa

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.