Koperasi Diperkuat, Kementan Bidik Peternak Ayam Lebih Berdaya Hadapi Dinamika Pasar
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 19:30 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan kerja sama antarkoperasi menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing.
Kolaborasi tidak hanya membuka peluang bagi koperasi untuk memperluas akses pasar dan pembiayaan, tetapi juga memungkinkan pertukaran pengetahuan, pemanfaatan sumber daya, serta pengembangan usaha secara bersama.
Dengan sinergi yang semakin erat, koperasi diharapkan mampu meningkatkan skala usaha sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi anggotanya.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penguatan kerja sama antarkoperasi di antaranya distribusi karkas ayam layer afkir agar peternak memiliki posisi tawar lebih kuat dan tidak bergantung pada mekanisme tengkulak.
"Kerja sama antarkoperasi diperlukan agar harga tidak dikendalikan oleh tengkulak. Posisi tawar dari peternak harus diperkuat," kata Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Makmun dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (6/9).
Kementan mendukung distribusi 40 ton karkas ayam layer afkir dari Jawa Timur ke Makassar, Sulawesi Selatan. Pengiriman perdana itu menjadi langkah awal untuk membangun pola distribusi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sekaligus membuka jalur pemasaran yang lebih luas bagi peternak ayam petelur.
Adapun, karkas ayam layer afkir merupakan daging ayam petelur (layer) betina yang sudah tidak produktif menghasilkan telur dan telah disembelih serta dibersihkan bulu, kepala, kaki, serta jeroannya
Distribusi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, ID FOOD, dan koperasi peternak. Sejumlah koperasi yang terlibat antara lain Koperasi Peternak Perunggasan Nusantara (PPN) Blitar, Koperasi KARTINI, Koperasi Putra Blitar, Koperasi Perhimpunan Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) dan Koperasi Berkah Telur.
Makmun mengatakan distribusi perdana tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi pola distribusi reguler. Kerja sama antarkoperasi penting untuk memperkuat posisi tawar peternak sekaligus menciptakan tata niaga yang lebih sehat.
“Pelepasan 40 ton ini merupakan langkah awal. Ke depan akan menjadi reguler," ucapnya.
Makmun menambahkan, penguatan kolaborasi di tingkat koperasi menjadi salah satu kunci agar potensi produksi peternak dapat dikonsolidasikan dan terhubung dengan pasar yang lebih luas.
Sementara itu, Direktur Komersial ID FOOD Dwi Sutoro menegaskan komitmen pihaknya untuk membangun ekosistem peternakan yang melibatkan koperasi dan peternak sebagai bagian penting dari rantai pasok.
“ID FOOD ingin membangun ekosistem. Koperasi ada dan diperlukan untuk memfasilitasi keinginan anggota,” kata Dwi.
Melalui kolaborasi tersebut, koperasi didorong untuk tidak hanya menjadi wadah organisasi peternak, tetapi juga berperan dalam mengonsolidasikan kebutuhan anggota, termasuk penyerapan ayam petelur afkir dan menghubungkannya dengan pasar di wilayah lain.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!