Advance Sweat Reduction, Teknologi Medis untuk Membantu Mengatasi Keringat Berlebih di Ketiak
📅 Minggu, 06 Sep 2026, 21:23 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: RSPI
JAKARTA – Berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk menjaga suhu tetap stabil. Namun, produksi keringat yang berlebihan tanpa dipicu suhu panas, aktivitas fisik, maupun kondisi tertentu dapat menjadi masalah yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini dikenal sebagai hiperhidrosis.
Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika RS Pondok Indah – Puri Indah dan RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. Irwan Saputra Batubara, Sp.D.V.E., menjelaskan bahwa hiperhidrosis dapat muncul pada berbagai bagian tubuh, termasuk telapak tangan, kaki, dahi, hingga ketiak.
Pada sebagian penderita, keringat berlebih di telapak kaki dapat membasahi alas kaki. Sementara itu, keringat pada telapak tangan dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman saat berjabat tangan. Adapun hiperhidrosis pada ketiak dapat menyebabkan keringat menembus pakaian.
Menurut Irwan, kondisi tersebut bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan secara fisik, melainkan juga dapat memengaruhi aktivitas, kondisi emosional, dan kepercayaan diri.
Dua Jenis Hiperhidrosis
Berdasarkan penyebabnya, hiperhidrosis secara umum dibedakan menjadi hiperhidrosis primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer biasanya terjadi pada satu atau beberapa area tubuh, seperti ketiak, tangan, kaki, atau dahi. Pada kondisi ini, kelenjar keringat tetap aktif meskipun tubuh tidak sedang menghadapi pemicu seperti suhu panas atau aktivitas fisik.
Gejalanya umumnya mulai muncul sejak masa kanak-kanak hingga remaja. Penyebab pastinya belum diketahui, meskipun faktor genetik atau riwayat keluarga diduga berperan.
Sementara itu, hiperhidrosis sekunder dapat menyebabkan produksi keringat berlebih di seluruh tubuh. Kondisi ini biasanya muncul ketika seseorang telah dewasa dan dapat berkaitan dengan penyakit tertentu, seperti diabetes dan gangguan tiroid, maupun efek samping obat-obatan.
Salah satu bentuk yang cukup sering dikeluhkan adalah hiperhidrosis aksila, yakni produksi keringat berlebihan pada area ketiak, bahkan ketika tubuh sedang beristirahat.
Keringat berlebih di ketiak dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari pakaian yang mudah basah, rasa tidak nyaman, iritasi kulit, hingga tekanan emosional dan berkurangnya rasa percaya diri.
Pilihan Penanganan untuk Keringat Berlebih
Sejumlah metode dapat digunakan untuk membantu mengendalikan hiperhidrosis aksila. Salah satunya melalui penggunaan deodoran atau produk antiperspiran. Namun, pada sebagian orang, penggunaan produk tertentu dapat menyebabkan iritasi seperti kulit kemerahan dan rasa gatal.
Pilihan lainnya adalah injeksi botulinum toxin atau Botox. Menurut Irwan, efek metode tersebut bersifat sementara dan umumnya bertahan sekitar empat hingga enam bulan sehingga perlu dilakukan pengulangan untuk mempertahankan hasil.
Sebagai salah satu pilihan prosedur, RS Pondok Indah – Puri Indah menghadirkan Advance Sweat Reduction, sebuah tindakan minimal invasif yang ditujukan untuk membantu mengurangi produksi keringat berlebih pada area ketiak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!