Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPH Migas: Kebutuhan BBM Subsidi Masyarakat Muna Barat Jadi Prioritas

📅 Sabtu, 05 Sep 2026, 19:44 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sementara itu, Bupati Muna Barat La Ode Darwin menyatakan pemerintah daerah siap menindaklanjuti arahan BPH Migas, termasuk pembentukan subpenyalur bagi wilayah kepulauan guna memperluas akses pelayanan BBM.

"Saya cukup berterima kasih kepada Pak Dirjen Migas, Kepala BPH Migas dan dari Pertamina, hari ini sudah merespons lebih cepat apa yang menjadi keluhan masyarakat Kabupaten Muna Barat yang disampaikan kepada Pak Dirjen dan Pak Kepala BPH Migas dan pihak Pertamina. Jadi ini menjadi langkah yang betul-betul progresif yang dilakukan.

Menurutnya kolaborasi BPH Migas, Ditjen Migas Kementerian ESDM, Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Kabupaten Muna Barat mampu menghadirkan sistem distribusi BBM bersubsidi yang semakin merata, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

"Dan ini menjadi harapan kami dari masyarakat Kabupaten Muna Barat seperti yang disampaikan Kepala BPH Migas tadi bahwa nanti kami akan melakukan pemetaan terkait dengan kebutuhan kemudian apa perlu penambahan SPBU penyalur, itu nanti akan kami diskusikan," katanya.

"Kami akan rapatkan sehingga nanti kami bisa memutuskan apa yang akan kami tambah, kemudian kuotanya apakah masih cukup atau ditambah itu nanti akan kami tindak lanjuti dalam satu, dua minggu ke depan," tambah Darwin.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah setempat melaporkan kepada BPH Migas, Kementerian ESDM, serta Pertamina Patra Niaga terkait ketidaksesuaian antara kebutuhan dan pasokan BBM subsidi di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah menyebut kebutuhan Pertalite mencapai sekitar 14 juta liter per tahun, namun pasokan yang diterima hanya lebih dari 2 juta liter.

Kondisi serupa terjadi pada solar subsidi, dengan kebutuhan sekitar 17 juta liter per tahun, tetapi pasokan hanya lebih dari 2 juta liter. Sementara itu, kebutuhan minyak tanah sekitar 8 juta liter per tahun, namun yang dipasok hanya sekitar 2 juta liter lebih.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
  • Sapi Aceh Dibawa ke Pulau Terluar, Aceh Besar Bidik Ketahanan Pangan
    Kenapa harus ke pulau aceh pengembangan plasma nutfah ...
  • Aturan Insentif Motor Listrik Masih Digodok, Pemerintah Siapkan Rancangan Perpres
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai urgensi payung hukum ...
  • Magang Nasional 2026 Tahap II Dibuka, Anak Muda Berebut Kesempatan Masuk Industri
    Kesenjangan kompetensi yang menjadi latar belakang program Magang ...
  • Diserbu Produk China Murah! Industri Plastik RI Nyaris Tumbang dari Hulu ke Hilir
    Artikel ini memberikan pencerahan yang sangat berimbang dan ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar

Mulai 6 September, CFD Kota Bogor Kembali Digelar

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Megapolitan
Mulai 6 September, CFD Kota...
Advertisement
Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

Mengapa Erupsi Anak Krakatau Bisa Terdengar sampai Bandung? Ini Penjelasan Daryono

05 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.