Wisatawan Diminta Waspada, Objek Wisata Oro-oro Kesongo Blora Kembali Semburkan Lumpur
📅 Jumat, 07 Agu 2026, 18:22 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoBLORA - Objek Wisata Geologi Oro-oro Kesongo di Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kembali mengalami semburan lumpur, sehingga warga diminta untuk waspada, Jumat.
Menurut Kapolsek Jati AKP Suyadi di Blora, Jumat, berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga setempat, semburan pertama terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 06.30 WIB dengan ketinggian mencapai 10-15 meter.
"Semburan kedua terjadi pada pukul 06.50 WIB, kemudian letupan ketiga sekitar pukul 07.15 WIB. Setiap letupan berlangsung kurang lebih lima menit. Hingga pukul 11.24 WIB, sudah terjadi lima kali semburan," ujarnya.
Menurut dia, semburan lumpur yang terjadi pada pagi hari tersebut masih berskala kecil dan tidak sebesar sejumlah kejadian pada tahun-tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati lokasi semburan karena terdapat potensi munculnya gas beracun yang dapat menyertai letupan lumpur.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kami mengimbau warga tetap waspada dan tidak mendekat untuk mengantisipasi gas beracun yang muncul bersamaan dengan semburan lumpur," ujarnya.
Polisi juga memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk membatasi akses masyarakat dan mencegah warga mendekati titik semburan.
Fenomena semburan lumpur di kawasan Oro-oro Kesongo bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan catatan kejadian sebelumnya, semburan cukup besar terjadi pada 27 Agustus 2020. Saat itu, empat orang mengalami keracunan, sedangkan 18 ekor kerbau dilaporkan hilang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, pada 21 September 2021 kembali terjadi semburan lumpur tanpa menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa serupa kembali terjadi pada 11 April 2023. Dalam kejadian tersebut, satu orang meninggal dunia akibat menghirup gas beracun yang muncul dari kawasan semburan.
Kemudian pada 3 Desember 2024, Kawah Kesongo kembali mengalami letupan. Saat itu tercatat sebanyak 10 kali letupan dengan ketinggian semburan lumpur antara 8 hingga 20 meter. Namun, tidak menimbulkan korban jiwa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!